UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-6 melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi pada senin (21/7/2025). Kegiatan itu mengangkat tema peningkatan keterampilan digital dan pemanfaatan potensi lokal melalui dua sesi utama yang melibatkan warga, khususnya ibu-ibu desa.
Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tantangan ekonomi desa di era digital, khususnya rendahnya pemanfaatan potensi lokal dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pemasaran digital. Desa Karetan memiliki limbah kulit jeruk melimpah yang belum dimanfaatkan, sehingga tim BBK UNAIR hadir untuk memberi edukasi dan solusi pemberdayaan melalui inovasi produk dan pelatihan digital.
Kulit Jeruk Jadi Inovasi, Digitalisasi Jadi Solusi
Ketua tim BBK-6 Desa Karetan, Zefanya Ramadika, menjelaskan bahwa program ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pagi dan siang. 淜ami membagi kegiatan dalam dua sesi utama agar materi yang diberikan lebih fokus dan mudah dipahami oleh masyarakat. Pagi untuk digital marketing, dan siang untuk pelatihan produk Dekaju, jelasnya.
Pada sesi pagi, mahasiswa UNAIR memberikan sosialisasi digital marketing kepada ibu-ibu desa. Materi yang disampaikan meliputi pembuatan website sederhana, desain logo, teknik pengambilan foto produk, hingga pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran digital.
Zefanya menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi. 淜ami berharap ibu-ibu Desa Karetan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk mereka. Dengan pemahaman dasar digital marketing, mereka bisa mulai membangun usaha kecil yang lebih mandiri dan berdaya saing, ujarnya.
Sesi siang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk Dekaju (Detergen Kulit Jeruk), detergen cair ramah lingkungan yang dibuat dari limbah kulit jeruk. Proses produksinya menggunakan bahan ekonomis seperti MES (Sodium Methyl Ester Sulfonate) dan Texapon sebagai bahan aktif pembersih, sehingga mudah ditiru oleh masyarakat.
淜ami ingin kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Harapannya, ibu-ibu bisa terus mengembangkan Dekaju sebagai produk khas Desa Karetan yang punya nilai jual, tambahnya.
Produk Dekaju dinilai memiliki manfaat rumah tangga sekaligus peluang ekonomi. Mahasiswa UNAIR berharap kegiatan ini mendorong warga untuk terus berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal demi mendukung kemandirian ekonomi keluarga di era digital.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





