UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 51¶¯Âþ melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang bertempat pada acara PKK Desa Karangkembang. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 15.00“17.00 WIB, dengan sasaran utama ibu-ibu anggota PKK Desa Karangkembang sebagai penggerak utama pengelolaan rumah tangga di tingkat desa.
Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Desa Karangkembang. Sampah organik, seperti sisa sayuran dan limbah dapur, umumnya masih dibuang begitu saja bahkan dibakar bersamaan dengan sampah lainnya tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta meningkatkan volume sampah yang harus ditangani. Di sisi lain, masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik menyebabkan potensi nilai guna sampah belum dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai upaya memberikan solusi, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR melakukan sosialisasi dan demonstrasi langsung pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga kepada anggota PKK. Materi disampaikan secara praktis dan aplikatif, mulai dari pemilahan sampah organik, bahan-bahan yang dapat digunakan, tahapan pembuatan kompos, hingga cara perawatan agar kompos dapat digunakan secara optimal. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar peserta dapat memahami proses pembuatan kompos dan mudah mempraktikkannya di rumah masing-masing.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12: Responsible Consumption and Production, yang menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Kata kunci yang relevan dalam kegiatan ini meliputi pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan sampah organik, pupuk kompos, dan konsumsi berkelanjutan serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 Quality Education dengan memberikan edukasi penting terkait pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Dampak dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman dan kesadaran anggota PKK mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri. Anggota PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Pemanfaatan pupuk kompos ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah, menekan pencemaran lingkungan, serta mendukung kegiatan pertanian dan tanaman pekarangan, sehingga menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.





