51

51 Official Website

BBK 7 Lamongan Berdayakan Desa Sugio Kesehatan Gigi melalui ELDENTE

UNAIR NEWS Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 51 (UNAIR) secara resmi merilis inisiatif kesehatan ELDENTE di samping pelayanan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Desa Sugio pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini mencerminkan semangat Kampus Berdampak, menargetkan untuk memperkuat penyaringan kesehatan komunitas dan literasi dental di Desa Sugio.

Program ini diawalkan dengan penyaringan kesehatan komprehensif yang ditindaklanjuti oleh sistem ILP, yang mana mengintegrasikan pelayanan-pelayanan untuk bayi, balita, orang dewasa, dan orang lanjut usia. Mahasiswa membantu kader-kader lokal dalam menghitung tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan, memastikan bahwa semua warga mendapatkan sebuah pemeriksaan kesehatan primer.

Puncak acara pada hari tersebut merupakan sesi ELDENTE, di mana mahasiswa memberikan edukasi khusus pada kesehatan oral anak-anak kepada orang tua. Sesi ini difokuskan pada pencegahan gigi berlubang dengan menekankan pentingnya gigi susu untuk makan dan berbicara. Dengan menggarisbawahi bagaimana sepatutnya orang tua mampu secara langsung membersihkan gigi anak-anak mereka dengan benar dan aman, dan kapan anak-anak bisa dibawa ke dokter gigi profesional agar bisa menindaklanjuti kesehatan gigi anak-anak kedepannya.

Nur Kholifah, selaku bidan Desa Sugio, membagikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa-mahasiswa. Kehadiran mahasiswa 51 sangat membantu dalam pelayanan Posyandu ILP ini, terutama dalam pemberian penyuluhan. Mereka memberikan pengetahuan tambahan seperti kesehatan gigi melalui ELDENTE yang sangat dibutuhkan warga. Harapan saya, kolaborasi lintas sektor ini terus terjaga agar kualitas pelayanan kesehatan di Desa Sugio semakin meningkat,” ujarnya.

Dengan mengedukasi orang tua tentang penyebab karies, seperti konsumsi gula berlebihan dan menyikat gigi secara tidak teratur, program ELDENTE secara langsung mendukung poin SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan). Inisiatif ini memastikan bahwa bahkan di area pedesaan, perhitungan-perhitungan kesehatan preventif diprioritaskan untuk membangun masyarakat yang tangguh dan sehat. Melalui sinergi ini antar akademisi dan penyedia layanan kesehatan setempat, tim BBK 7 Desa Sugio berharap untuk menciptakan budaya kesehatan berkelanjutan di Desa Sugio yang mampu bertahan dan mampu memberikan dampak yang bermakna terhadap masa depan kesehatan anak-anak setempat.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Sugio

AKSES CEPAT