UNAIR NEWS – Minyak jelantah masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Kelurahan Pekelingan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah menyebabkan minyak bekas pakai tersebut kerap dibuang sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa BBK 7 51动漫 Kelurahan Pekelingan untuk mengadakan sosialisasi berupa pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun.
Melalui program ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 Pekelingan melakukan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan sabun dari minyak jelantah bersama ibu-ibu warga setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan sekaligus memberikan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dhiafajrin Harzaweri, salah satu perwakilan mahasiswa BBK 7 Pekelingan menyampaikan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi sabun tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Produk sabun hasil olahan tersebut dapat digunakan sendiri oleh masyarakat maupun dikembangkan sebagai peluang usaha rumah tangga.
“Minyak jelantah sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak berguna. Padahal, jika diolah dengan benar minyak jelantah dapat menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production) karena mendorong pemanfaatan kembali limbah rumah tangga, serta mendukung SDGs 13 (Climate Change) dengan mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara tidak tepat,” jelasnya Minggu (18/01/2026).
Sementara itu, anggota perwakilan mahasiswa BBK 7 51动漫 lainnya, Anugrah Yulis, turut mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Menurutnya, keterlibatan aktif warga, khususnya ibu-ibu menjadi indikator bahwa program tersebut diterima dengan baik dan memiliki potensi keberlanjutan.
“Antusiasme masyarakat sangat terlihat, terutama saat sesi praktik pembuatan sabun. Ibu-ibu tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif bertanya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman baru dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Anugrah Yulis Minggu (18/01/2026).
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 Pekelingan berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga dan mampu memanfaatkan minyak jelantah secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Penulis: Anugrah Yulis Pradana
Editor : Dhiafajrin Harzaweri





