UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan program kerja Mitigasi Arsip Keluarga sebagai bentuk partisipasi dalam meningkatkan kesadaran dalam menyimpan arsip dan dokumen keluarga di kalangan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai RW 7 Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Sabtu (17/01/2026). Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan keluarga dan kader PKK dari RT 2/RW 7 Desa Sidorukun.
Program kerja Mitigasi Arsip Keluarga disusun sebagai aksi edukatif yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan mengenai cara pemeliharaan dan penyimpanan arsip keluarga secara digital maupun konvensional. Program ini tidak bersifat administrasi namun sebagai upaya meningkatkan literasi arsip dan dokumen keluarga bagi masyarakat Desa Sidorukun. Kegiatan ini berfokus pada upaya mencegah adanya kerusakan dan kehilangan arsip penting keluarga yang dibutuhkan dalam proses pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial. Kegiatan ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Bimbingan dan Praktek Penyimpanan Arsip Keluarga
Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi secara mendasar mengenai pemahaman arsip keluarga, jenis-jenis dokumen yang sangat penting untuk dijaga, hingga penjelasan mengenai masalah-masalah arsip yang sering terjadi di kalangan masyarakat akibat dari kurangnya pemahaman dalam menyimpan arsip keluarga.
Kegiatan sosialisasi mitigasi arsip keluarga ini disambut dengan respons yang positif dari masyarakat setempat. Ibu Iva selaku ketua RW 7 Desa Sidoukun menyebutkan bahwa sosialisasi mengenai arsip keluarga ini jarang dilakukan di wilayah Desa Sidorukun.
淜egiatan penyuluhan arsip ini, kebetulan belum pernah dilakukan di RW sini. Jadi, diharapkan untuk bisa dilakukan di seluruh RT tidak hanya RT 02. Supaya semua bisa belajar bersama-sama, terangnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa minat yang tinggi dikalangan masyarakat mengenai edukasi pengelolaan arsip keluarga.
Pada akhir sesi, mahasiswa BBK 7 51动漫 memperkenalkan penyimpanan arsip secara konvensional melalui map, dan juga penyimpanan arsip digital melalui Google Drive sebagai upaya mendigitalisasi dokumen fisik agar mudah digunakan kembali.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada warga secara langsung dalam menyimpan dan mengelompokkan arsip keluarga sesuai dengan kebutuhan. Agar dapat dipahami mendalam, pendampingan dilakukan secara komunikatif agar warga dapat mengikuti langkah-langkah penyimpanan arsip dengan mudah dan bisa menerapkan secara mandiri dirumah masing-masing.
Penulis: Delfia Ayu Anggraeni





