UNAIR NEWS – Perubahan bermakna dalam masyarakat tidak selalu datang dari pembangunan besar. Sering kali, edukasi sederhana yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari. Berangkat dari prinsip tersebut, mahasiswa BBK 7 51动漫 melaksanakan program pengabdian masyarakat yang menitikberatkan pada edukasi gizi anak, penggunaan gadget sehat dan bijak, serta kesadaran lingkungan dan pengelolaan sampah di UPT SD Negeri 22 Gresik, Kelurahan Kebomas, Kabupaten Gresik pada tanggal 19 Januari 2026.
Program ini didukung penuh oleh pihak sekolah dan Pemerintah Kelurahan Kebomas di bawah kepemimpinan Lurah Randim, dirancang untuk menumbuhkan kesehatan, literasi digital, serta karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Elmira Atha Schifra Gumay, Penanggung Jawab Edukasi Makanan Bergizi, memimpin kegiatan ini. Anak-anak diperkenalkan pada komposisi makanan seimbang, manfaat protein, buah, sayur, dan menu sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Pendekatan komunikatif bertujuan menumbuhkan kesadaran pola makan sehat sebagai investasi jangka panjang, mendukung SDG 2 dan SDG 3.
Ardian Rahmadi Wijaya, Fasilitator Edukasi Gadget Bijak, mengenalkan manfaat gadget sebagai sarana pembelajaran sekaligus risiko penggunaan tanpa kontrol, termasuk gangguan konsentrasi, tidur, dan interaksi sosial. Anak-anak belajar pengaturan waktu layar, pemilihan konten sesuai usia, serta peran orang tua, mendukung SDG 3 dan SDG 4.
Edukasi Lingkungan dan Pengelolaan Sampah: Menanam Kepedulian Sejak Dini
Sebagai pemimpin kegiatan ini, Dyah Ayu Rantamsari menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memberi pengetahuan. 淜egiatan ini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana kebiasaan menjaga lingkungan bisa benar-benar tertanam. Jika anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan memahami pentingnya lingkungan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi, ujarnya. Anak-anak belajar pemilahan sampah dan praktik menjaga lingkungan, sejalan dengan SDG 11 dan SDG 15.
Program ini terlaksana berkat sinergi sekolah, pemerintah kelurahan, kader masyarakat, dan warga, sebagai implementasi SDG 17. Kesehatan, literasi digital, dan kepedulian lingkungan saling melengkapi, membentuk generasi siap menghadapi tantangan masa depan. Mahasiswa BBK 7 UNAIR membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial yang menghadirkan solusi nyata bagi komunitas lebih sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.
Penulis: Dyah Ayu Rantamsari





