51

51 Official Website

BBK 7 UNAIR Dorong Kepedulian Lingkungan melalui Program Pembuatan Lubang Biopori

Dalam rangka mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 51 (UNAIR) ke-7 menggelar program bertema BioporiKu. Program tersebut dilaksanakan di dua tempat, yaitu di tepi telaga dan di Balai Desa, Desa Kalipang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu Posyandu serta warga lanjut usia (lansia). Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat biopori sebagai solusi sederhana untuk meningkatkan daya resap air dan mengurangi genangan, sekaligus mendorong keterlibatan warga melalui praktik penanaman biopori secara langsung.

Penanaman Biopori Sebagai Aksi Nyata

Kegiatan diawali dengan penanaman biopori di tepi telaga sebagai langkah awal penerapan aksi nyata pelestarian lingkungan. Ketua pelaksana kegiatan, Aisa Dynda Mayshwarya, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya biopori dalam meningkatkan daya resap air serta menjaga keseimbangan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami manfaat biopori sebagai solusi sederhana dalam mengurangi genangan air, sekaligus menjaga kondisi tanah tetap subur. Pembuatan biopori ini dilakukan agar air hujan dapat terserap dengan lebih optimal, sehingga dapat mengurangi genangan air di sekitar lingkungan serta membantu menjaga kesuburan tanah, ujar Aisa.

Dalam kegiatan penanaman tersebut, mahasiswa BBK 7 UNAIR lainnya tampak antusias terlibat langsung dalam proses pembuatan biopori. Mahasiswa tersebut membuat lubang resapan berbentuk vertikal ke dalam tanah yang kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik tersebut dimanfaatkan oleh biota tanah, seperti kulit pisang yang dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk membantu membentuk pori-pori alami tanah, sehingga dapat meningkatkan daya serap air hujan.

Lebih lanjut, Aisa menuturkan bahwa penanaman biopori dilakukan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan sosialisasi, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung penamanan biopori yang telah dilakukan. Penanaman biopori tersebut diharapkan dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi warga. Melalui kegiatan ini, biopori tidak hanya dikenalkan secara teori, tetapi juga diperlihatkan secara langsung agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat, tambahnya.

Sosialisasi mengenai Manfaat Biopori

Selain melakukan penanaman biopori, kegiatan di akhir dilanjutkan dengan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa kepada masyarakat mengenai manfaat dan tata cara pembuatan biopori secara mandiri. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat mampu menerapkannya secara langsung di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi (Clean Water and Sanitation), melalui peningkatan daya resap air tanah, serta poin ke-15, yaitu Ekosistem Daratan (Life on Land), dengan menjaga kualitas tanah dan lingkungan melalui penerapan biopori.

Program yang digagas Aisa bersama tim ini dinilai memberikan manfaat karena mampu menambah pengetahuan sekaligus pengalaman baru bagi masyarakat terkait pentingnya pembuatan biopori. Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan melalui penerapan biopori secara berkelanjutan.

Setelah dilaksanakannya program ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan dan diharapkan dapat membuat biopori secara mandiri di lingkungannya masing-masing, tutupnya.

AKSES CEPAT