UNAIR NEWS-Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ sukses menyelenggarakan program “CERIA GIZI” sebagai langkah konkret pencegahan stunting melalui edukasi MPASI di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas. Kegiatan yang menyasar ibu dan keluarga bayi usia 6“24 bulan ini merupakan perwujudan nyata Kampus Berdampak dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui pola asuh nutrisi yang tepat sejak dini.
Program CERIA GIZI fokus pada peningkatan pengetahuan tentang prinsip MPASI bergizi seimbang, aman, dan sesuai usia. Didampingi perangkat desa serta kader posyandu, mahasiswa mengawali kegiatan dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Materi inti yang disampaikan meliputi ketepatan tekstur, porsi bertahap, hingga pentingnya variasi protein hewani. Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai tanda kesiapan anak menerima makanan, cara mengenali sinyal lapar, hingga prinsip kebersihan dalam pengolahan pangan agar nutrisi yang diserap anak tetap optimal dan higienis.
Antusiasme peserta memuncak saat memasuki sesi demonstrasi memasak menu lokal “Nasi Sup Telur Puyuh Bola Tahu Ayam” untuk bayi usia 12“23 bulan. Salah satu peserta terlibat aktif membantu proses memasak dan bertanya mengenai takaran sajinya. œBerapa porsi untuk menu nasi sup telur puyuh bola tahu ayam yang dibuat ini? tanya salah seorang ibu peserta dengan penuh rasa ingin tahu. Pemateri pun menjelaskan secara detail, œMenu yang kita demonstrasikan ini merupakan takaran untuk tiga porsi atau tiga kali makan dalam sehari. Diskusi interaktif ini memperkuat pemahaman bahwa bahan pangan lokal sederhana bisa diolah menjadi menu bergizi tinggi.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ secara aktif berkontribusi pada pencapaian poin SDGs nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Sebagai penutup, dilakukan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Diharapkan setelah kegiatan ini, para orang tua di Desa Sukosari mampu menerapkan praktik pemberian MPASI yang tepat secara mandiri untuk mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Langkah preventif ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang sehat dan bebas dari risiko gangguan pertumbuhan atau stunting.
Penulis: Ismatin Nisa
#SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDGsUNAIR #UniversitasAirlangga #KampusBerdampak





