51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 UNAIR Laksanakan Penyuluhan Bersama Orangtua dan Anak PPT Anggrek

Mahasiswa BBK 7 UNAIR memberikan edukasi interaktif cara menyikat gigi kepada anak PAUD (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR BBK 7 Dukuh Sutorejo melakukan edukasi interaktif di PPT Anggrek Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 16.00-17.00 WIB. Edukasi dilaksanakan menjadi dua kegiatan bersamaan, yaitu edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak PAUD sekaligus edukasi anti-kekerasan dan penggunaan gawai anak secara bijak yang ditujukan kepada orangtua.

Pada edukasi kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa BBK 7 mengajak anak-anak PAUD bermain dan belajar bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang benar pada anak usia dini. Edukasi menggunakan media audio-visual berupa poster, phantom gigi, dan lagu agar anak-anak dapat mempelajari materi lebih mudah. Selain itu, anak-anak juga diberi kesempatan untuk mempraktikan cara menyikat gigi yang benar menggunakan phantom gigi yang telah disediakan.

Pada saat bersamaan, mahasiswa BBK 7 melakukan penyuluhan kepada orangtua atau wali paud mengenai kampanye 淭ubuhku, Milikku! dan 淜endalikan Gawai Bukan Dikendalikan!. 淭ubuh, Milikku! merupakan program khusus orangtua untuk dapat mewaspadai ragam bentuk kekerasan pada anak, area privasi, hak anak dan bagaimana mengelola komunikasi dengan anak. Mahasiswa BBK 7 menyadari Jawa Timur merupakan salah satu provinsi rentan terhadap kekerasan perempuan dan anak. Dilansir dari Harian Disway, sejak Januari Juli 2025, Provinsi Jawa Timur tercatat 1.578 kasus kekerasan anak, 654 kasus kekerasan seksual, 566 kasus kekerasan fisik dan 408 kasus kekerasan fisik. Kampanye 淭ubuhku, Milikku! menjadi jawaban BBK 7 agar orangtua lebih waspada dan peka akan kekerasan pada anak, secara khusus di RW 6, Kelurahan Dukuh Sutorejo.

Setelah kampanye anti kekerasan, orangtua paud kembali disuguhi kampanye 淜endalikan Gawai Bukan Dikendalikan sebagai respon mahasiswa BBK 7 Unair terhadap kasus ketergantungan gawai pada anak. Peran orangtua sangat penting pada pengendalian handphone bagi anak agar tidak merusak kualitas dan moral hidup anaknya. Bahkan WHO (World Health Organization) memberikan rekomendasi batasan penggunaan handphone pada anak usia 2-4 tahun cukup 1 jam saja.

Tidak berhenti disitu, setelah pemberian materi pada anak-anak dan orangtua, mahasiswa BBK 7 juga kembali mengedukasi orangtua yang hadir mengenai bagaimana cara menyikat gigi yang benar pada anak-anak. Hal ini sangat penting karena pendampingan orang tua memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan gigi anak.

AKSES CEPAT