51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 UNAIR Sambirejo Optimalkan Maggot Madiun Guna Dukung SDG 4

Simbolis penyerahan plakat sebagai tanda suksesnya kolaborasi antara BBK 7 UNAIR dan Dinas Perdagangan Kota Madiun dalam program edukasi pengelolaan sampah berbasis maggot untuk mendukung SDG 9

UNAIR NEWS – Masalah sampah organik masih menjadi tantangan besar bagi tata kota dan desa. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa BBK 7 51动漫 (UNAIR) di Desa Sambirejo, Kecamatan Saradan, menggelar inisiatif inovatif berupa sosialisasi dan demonstrasi budidaya maggot organik pada (21/01/26). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sambirejo ini menyasar masyarakat setempat, khususnya mereka yang memiliki hewan ternak, sebagai upaya menciptakan kemandirian pakan berkualitas.


Dalam pelaksanaannya, BBK 7 UNAIR bersinergi dengan Dinas Perdagangan Kota Madiun untuk mendatangkan narasumber ahli dari unit ternak maggot pasar. Materi yang disampaikan sangat komprehensif, meliputi pengenalan dasar maggot, manfaat lingkungan, hingga analisis kandungan nutrisi maggot yang sangat baik bagi ternak. Peserta juga diajarkan cara membedakan maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan belatung biasa, memahami siklus hidupnya, serta menyiapkan alat dan bahan sederhana yang tersedia di rumah untuk memulai budidaya.

Sesi yang paling menarik perhatian warga adalah demonstrasi langsung budidaya maggot. Dengan

membawa contoh maggot dari unit pasar binaan Dinas Perdagangan, peserta diajak melihat secara teknis bagaimana limbah organik diolah menjadi media tumbuh yang produktif. Demonstrasi ini membuktikan bahwa sampah pasar dan sampah rumah tangga yang biasanya menumpuk di TPA dapat bertransformasi menjadi komoditas ekonomi yang berharga.


Drs. Puguh Supardijanto, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. “Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah pasar dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Kami berharap warga Sambirejo dapat menerapkan ilmu ini secara konsisten, sehingga sirkulasi ekonomi dan kebersihan lingkungan antara kota dan kabupaten dapat terjaga dengan lebih baik melalui kemandirian pakan,” ujar beliau dalam sambutannya.


Secara global, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini memenuhi poin SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan praktis kepada masyarakat. Selain itu, poin SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) turut tercapai melalui inovasi pengelolaan limbah yang mampu meningkatkan taraf ekonomi peternak lokal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Desa Sambirejo menjadi pelopor desa mandiri sampah yang berbasis ekonomi sirkular.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Sambirejo

AKSES CEPAT