UNAIR NEWS-BBK 7 Unair menangani isu lingkungan di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Madiun, melalui program BIOREKA (Biopori Ramah Lingkungan dan Kaya Manfaat). Dari observasi di lapangan, desa tersebut kekurangan fasilitas pengelolaan sampah yang layak, sehingga banyak warga yang membakar sampah, yang berakibat pada pencemaran udara dan bahaya kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, pada Senin, 26 Januari 2026, program BIOREKA diselenggarakan dengan partisipasi 13 warga desa, termasuk ibu rumah tangga di Posko BBK 7 Desa Sukorejo.
Sebagai langkah praktis, program ini menawarkan sesi latihan langsung dalam membuat biopori yang sederhana untuk diterapkan di halaman rumah, mencakup cara menggali lubang penyerapan dengan diameter sekitar 10-30 cm dan kedalaman 40cm, menentukan posisi yang tepat di area yang tidak terlalu padat, serta merawatnya menggunakan bahan organik seperti limbah dapur, daun kering, dan sisa makanan.
Teknik ini tidak hanya mudah dilakukan oleh siapa saja, bahkan tanpa alat khusus, tetapi juga aman dan efektif untuk skala rumah tangga. Selain itu, mahasiswa BBK 7 Unair menyampaikan edukasi mengenai manfaat biopori, termasuk pengurangan volume sampah organik hingga, pemupukan tanah secara alami, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pencegahan pembakaran sampah yang merusak lingkungan, peningkatan penyerapan air tanah, serta penyerapan karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Program ini berkontribusi pada tercapainya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dengan memperbaiki kemampuan penyerapan air di wilayah pedesaan, SDG 13 (Aksi Iklim) melalui upaya menekan emisi gas rumah kaca dari pembakaran sampah, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam pengaturan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan tahan bencana. Inisiatif ini juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan) karena mendorong pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mendukung pertanian berkelanjutan di desa.
Hasil dari kegiatan ini tampak nyata dalam transformasi pandangan peserta tentang praktik peduli lingkungan. Banyak peserta yang awalnya skeptis kini antusias menerapkan biopori, melihatnya sebagai solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Inovasi tersebut juga memperkuat kemampuan mandiri masyarakat untuk menangani sampah, dengan peserta segera menerapkan teknik tersebut di halaman rumah mereka setelah acara berakhir. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun komunitas yang lebih sadar lingkungan, dengan potensi dampak jangka panjang.
Penulis: Adinda Febriana Widyari





