51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

BBK 7 UNAIR Ubah Sampah Desa Tulung jadi Eco Enzyme “ SDG 12

Menjelaskan materi tentang pengertian sampah dan ekoenzim

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan utama di Desa Tulung, khususnya
akibat belum tersedianya tempat pembuangan sampah dan kebiasaan sebagian warga yang
membuang sampah sembarangan. Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa Balai Besar Kuliah
Kerja Nyata (BBK) 7 51¶¯Âþ menggelar sosialisasi pembuatan eco enzyme
sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis masyarakat. Kegiatan ini
mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible
Consumption and Production serta SDG 13: Climate Action.


Sosialisasi dilaksanakan pada Selasa, 7 Januari 2026, bertempat di balai Desa Tulung
dan diikuti oleh warga desa, terutama ibu-ibu PKK serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik
rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.


Dalam pemaparannya, mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ menjelaskan tentang
pengertian sampah, perbedaan sampah organik dan non organik, cara memilah sampai yang
baik, dan salah satu cara mengurangi sampah organik yaitu dengan pembuatan ecoenzim.
Selanjutnya kami menerangkan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah
organik seperti sisa buah dan sayuran yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai pembersih
alami, pupuk cair, serta pengurang bau. Melalui pengolahan ini, sampah organik yang
sebelumnya dibuang sembarangan dapat diubah menjadi produk yang bernilai guna.


Peserta juga diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan eco enzyme, mulai
dari pemilahan bahan organik, perbandingan bahan, hingga proses fermentasi yang aman dan
mudah dilakukan di rumah. Metode ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengurangi
volume sampah rumah tangga di Desa Tulung.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Warga tampak antusias
mengajukan pertanyaan seputar proses pembuatan, lama fermentasi, serta pemanfaatan ampas
eco enzyme. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia menyediakan hadiah bagi peserta yang
mampu menjawab pertanyaan dengan benar.


Salah satu mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan upaya sederhana namun berdampak. œEco enzyme menjadi alternatif solusi
bagi Desa Tulung yang belum memiliki sistem pembuangan sampah, karena masyarakat
dapat mengolah limbah organik langsung dari rumah, ujarnya.

Kepala Desa Tulung mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kebiasaan
mengolah sampah organik ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Melalui
sosialisasi ini, mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ berharap tercipta perubahan perilaku
masyarakat dalam mengelola sampah serta mendukung pencapaian Sustainable Development
Goals secara nyata di tingkat desa.

AKSES CEPAT