UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN BBK 7 51动漫 melaksanakan program kerja Desa Berseri (Bersih, Sehat, dan Lestari) sebagai upaya mewujudkan pengelolaan sampah rumah tangga terpadu di Desa Jatidrojog. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah yang tepat sekaligus mendorong lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026. Sosialisasi ini diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Jatidrojog sebagai pihak yang berperan penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Biopori
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan materi terkait jenis-jenis sampah, dampak negatif pembakaran sampah bagi kesehatan dan lingkungan, serta alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi awal, pembakaran sampah masih menjadi kebiasaan sebagian warga karena keterbatasan sarana pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah anorganik diarahkan untuk dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan melalui pembuatan lubang biopori. Pada kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR melakukan demonstrasi pembuatan lubang biopori, yang ditampilkan melalui video saat kegiatan sosialisasi. Biopori diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah organik, meningkatkan daya resap tanah, serta mendukung kelestarian lingkungan sekitar.
Kolaborasi Bank Sampah dan Posyandu
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, mahasiswa BBK 7 UNAIR berkolaborasi dengan Bidan Desa dan kader Posyandu melalui integrasi Bank Sampah dengan kegiatan Posyandu. Kegiatan Posyandu dilaksanakan pada 21 Januari 2026, ibu-ibu yang hadir membawa sampah anorganik dari rumah untuk dikumpulkan dan disalurkan ke pengepul. Hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan kepada ibu-ibu Posyandu, sehingga selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi.
Bidan Desa Jatidrojog menyampaikan bahwa kegiatan pengelolaan sampah terpadu yang terintegrasi dengan Posyandu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu dalam membawa sampah anorganik saat kegiatan Posyandu menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan secara berkelanjutan. 淟ingkungan yang lebih bersih tentu sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan bayi, sekaligus mendorong ibu-ibu untuk lebih rutin mengikuti kegiatan Posyandu, ujarnya.
Pengumpulan sampah anorganik oleh warga Desa Jatidrojog yang dibawa saat kegiatan Posyandu sebagai bagian dari program Bank Sampah Desa Berseri (Foto: Dok. Tim)
Melalui program Desa Berseri, BBK 7 UNAIR mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) dengan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan desa, kader Posyandu, dan masyarakat Desa Jatidrojog.
Penulis: Ardina Aisyah Rosanti





