51动漫

51动漫 Official Website

BBK Mojorayung Mendukung SDG 4 Quality Education di Sekolah Dasar

(Kegiatan Read Aloud Dipandu oleh Kak Nadia Lasari)
(Kegiatan Read Aloud Dipandu oleh Kak Nadia Lasari)

Kelompok Belajar Bersama Komunitas atau yang lebih akrab disebut Kuliah Kerja Nyata
51动漫 tahun 2026 yang diterjunkan ke Desa Mojorayung, Kabupaten Madiun,
melakukan program Penguatan Literasi Anak Desa Mojorayung (PELITA) kepada siswa-siswa
SDN Mojorayung 02. Pada program yang dilaksanakan pada Senin 19 Januari 2026 ini, siswa
diajak untuk mengikuti aktivitas permainan literasi melalui kegiatan membaca buku pilihan
secara mandiri sesuai dengan minat masing-masing. Kegiatan ini dirancang untuk
mendorong ketertarikan siswa terhadap bahan bacaan sekaligus melatih kemampuan
memahami isi bacaan.

Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengekspresikan pemahamannya melalui kegiatan
storytelling, yaitu menceritakan kembali atau membacakan isi buku di depan kelas. Untuk
itu, kelompok BBK Mojorayung mengundang pembicara profesional dari Madiun Read Aloud
(Marara), yaitu Nadia Lasari, S.S., M.A. atau yang lebih akrab disebut Kak Nadia. Melalui
pendekatan tersebut, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya literasi, tetapi
juga mampu mengembangkan keterampilan berbicara, meningkatkan rasa percaya diri,
serta membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat secara lisan.

淪aya senang dan bersyukur mewakili Marara mendapat kesempatan berkolaborasi dengan
kakak-kakak BBK 7 Unair Mojorayung Madiun dalam PELITA Mojorayung, kata Kak Nadia,
Tim yang responsif dan terstruktur serta terbuka untuk segala diskusi dan masukan ini
menjadi pondasi yang kuat untuk berjalannya kegiatan dengan lancar. Sehingga usaha
maksimal yang diupayakan pun dapat dirasakan oleh adik-adik SDN 02 Mojorayung.
Kegiatan juga berjalan menyenangkan dan mampu menghidupkan kreativitas serta
kecintaan terhadap literasi.

Kegiatan ini mendukung banyak sekali sustainable development goals (SDGs), di antaranya:
(4) Quality Education, karena mendukung ketertarikan literasi siswa; (10) Reduced
Inequalities, dengan membantu menutup ketimpangan di desa, baik karena ketersediaan
buku maupun dorongan membaca; serta (17) Partnerships for the Goals, dari seluruh pihak
yang berkontribusi atas usaha-usaha memajukan SDGs.

AKSES CEPAT