51动漫

51动漫 Official Website

BBK UNAIR Manfaatkan Limbah Tebon Jagung Dukung SDGs 12

mahasiswa BBK 7 Unair di Desa Kalitengah memberikan inovasi untuk memanfaatkan limbah tebon jagung sebagai pakan ternak.
mahasiswa BBK 7 Unair di Desa Kalitengah memberikan inovasi untuk memanfaatkan limbah tebon jagung sebagai pakan ternak.

UNAIR NEWS – Pemanfaatan limbah pertanian merupakan hal yang cukup penting di masyarakat. Apabila limbah tidak bisa dimanfaatkan dengan baik akan menimbulkan cemaran dan bisa menjadi tempat timbulnya penyakit. Dengan adanya hal tersebut mahasiswa BBK 7 Unair di Desa Kalitengah memberikan inovasi untuk memanfaatkan limbah tebon jagung sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah ini mendukung SDG 12 yaitu Responsible Consumption and Production. Karena dilihat mayoritas masyarakat tidak menggunakan tebon jagung, selepas panen tebon jagung yang tidak digunakan hanya dibakar. Apabila dilakukan terus menerus hal tersebut akan menimbulkan polusi udara dan akan menimbulkan penyakit serius.

Tebon jagung yang dimanfaatkan adalah tebon jagung yang masih segar, yang nantinya diolah dengan teknik silase. Silase ini merupakan teknik pengawetan pakan ternak yang terbuat dari bahan pakan hijauan, nantinya silase ini bisa disimpan berbulan-bulan sehingga para peternak tidak perlu untuk mencari rumput setiap hari. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat Desa Kalitengah terutama di Dusun Jegrek dilakukan secara per RT. Total sosialisasi dilaksanakan di 5 RT dengan hari yang berbeda-beda, juga dilaksanakan pada sore hari supaya tidak mengganggu waktu panen warga Dusun Kalitengah. Tempat pelaksanaan sosialisasi ini yaitu dilaksanakan di rumah ketua RT masing-masing.

Pembuatan silase dipilih karena memang bahan yang dibutuhkan cukup mudah, yaitu membutuhkan EM4 dan molases untuk bisa melangsungkan fermentasi silase tersebut. Silase ini juga bisa dijadikan alternatif pemasukan warga karena meskipun warga tidak memiliki ternak, warga yang memiliki tebon bisa mengolah tebon tersebut dan kemudian dijual menjadi pakan ternak. Warga cukup antusias dengan sosialisasi yang dilakukan, karena merasa mendapatkan tambahan ilmu baru yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari warga Desa Kalitengah.

Selain melakukan sosialisasi, juga dilakukan demonstrasi pembuatan silase. Demonstrasi dilakukan dengan menyiapkan cairan fermentasi terlebih dahulu, kemudian pencampuran tebon jagung dengan cairan fermentasi dilakukan di depan warga yang menjadi peserta sosialisasi. Dilakukan juga praktik teknik pengemasan silase dengan baik dan benar supaya fermentasi bisa berlangsung maksimal dan tidak gagal. Seluruh warga peserta sosialisasi memperhatikan dengan baik tata cara pembuatan silase dan juga memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan tata cara pembuatan silase tersebut.
Penulis: Dhiyau Nabila

AKSES CEPAT