Pegawai non operasional Terminal Jamrud Surabaya dihadapkan pada berbagai permasalahan pekerjaan dalam menjalankan tugasnya yang dapat menimbulkan stress karena tuntutan pekerjaan, hubungan dengan banyak pihak, dan beban kerja. Berbagai keluhan yang dialami pegawai kantoran seperti sering sakit kepala, kadang hilang nafsu makan, gangguan pencernaan, kadang sulit fokus, sulit mengambil keputusan, dan cepat lelah menandakan adanya indikasi stress dalam bekerja. Pihak Health Safety Security and Environmental (HSSE) Terminal Jamrud menyatakan belum dilakukan pengukuran untuk mengetahui tingkat stres pegawai kantor non operasional di Terminal Jamrud dan faktor penyebabnya. Sehingga masih diperlukan penelitian tentang tingkat stres pegawai kantoran dan hubungan yang kuat antara faktor penyebab stres kerja di Terminal Jamrud PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja mental dan faktor kerja (ambiguitas peran, konflik peran, ketidakamanan kerja, dan konflik interpersonal) dengan stres kerja pada pegawai kantor non operasional di Terminal Jamrud Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dan tergolong penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja atau pegawai non operasional di Terminal Jamrud Surabaya yang berjumlah 30 orang. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menetapkan kriteria inklusi atau eksklusi agar seluruh pegawai kantor di Terminal Jamrud Surabaya dapat berpartisipasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total populasi, dimana peneliti mengambil seluruh anggota populasi yaitu seluruh pegawai kantor non operasional yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada bidang non operasional yang meliputi karyawan kantor di Terminal Jamrud Surabaya PT Pelabuhan Indonesia III pada bulan Maret sampai Juni 2021. Variabel independen yang diteliti meliputi faktor kerja: beban kerja mental, ambiguitas peran, konflik peran, ketidakamanan pekerjaan, dan konflik interpersonal. Variabel dependen adalah tingkat stres kerja. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner. Pengukuran tingkat stres kerja pegawai kantor menggunakan Skala Stres Kerja Umum.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 orang pegawai kantor non operasional Terminal Jamrud Surabaya PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dapat disimpulkan bahwa hubungan yang kuat antara variabel bebas dengan variabel terikat memiliki nilai yang bervariasi. Variabel yang memiliki hubungan kuat adalah variabel beban kerja mental dengan tingkat stres. Oleh karena itu, disarankan kepada staf kantor non operasional Terminal Jamrud Surabaya PT Pelabuhan Indonesia III meningkatkan kesadaran diri terhadap gejala stres yang dirasakan dan meningkatkan sikap positif terhadap setiap tantangan, hambatan, dan cobaan untuk mengurangi beban mental tambahan. yang dapat mengganggu kinerja, terutama penyakit mental. Sedangkan untuk Divisi SDM Wilayah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) melakukan penilaian terhadap beban kerja mental pegawai kantor non operasional dengan metode ergonomi dan mengevaluasi temuan nilai beban kerja mental. Rekomendasi lain bagi PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) adalah melakukan program rolling atau refreshment bagi pegawai untuk mengatasi beban mental kerja yang terlalu lama agar pegawai tidak merasa bosan, atau stress terhadap tugas, dapat mempelajari ilmu baru, dan tidak merasa bosan dengan keterampilan kerja yang bervariasi sehingga produktivitas pekerja dapat meningkat.
Penulis: Dr. Abdul Rohim Tualeka, drs., M.Kes.
Jurnal:





