n

51动漫

51动漫 Official Website

Bedah Tesis Himalingua Angkat Kajian Lanskap Linguistik

Lingua
Intan Novita Ferdiyanti saat membedah tesis yang membahas lanskap linguistik. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS Guna memberikan wawasan yang mendalam mengenai kajian kebahasaan, Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Linguistik (Himalingua), Fakultas Ilmu Budaya, 51动漫, menggelar acara Bedah Tesis dengan mengusung kajian Lanskap Linguistik. Bertempat di Ruang Chairil Anwar FIB UNAIR, kegiatan yang diikuti mahasiswa S2 Ilmu Linguistik itu dilangsungkan pada Senin (19/3).

Hadir sebagai pembedah ialah Intan Novita Ferdiyanti, mahasiswa S2 Ilmu Linguistik angkatan pertama. Dalam paparannya, alumnus yang akrab disapa Intan tersebut mengulas berbagai hal seputar kajian lanskap linguistik. Bagi dia, kajian itu masih sangat baru di kalangan para akademisi yang fokus dalam dunia kebahasaan.

淒i Indonesia, masih sangat jarang sekali yang mendalami lanskap linguistik. Bahkan, saat mencari sumber refrensi, saya hanya menemukan beberapa akademisi yang fokus pada kajian ini, ungkapnya.

Sementara itu, ditemui seusai acara, Ketua Himalingua Intan Amalia menyatakan bahwa bedah tesis bertujuan memberikan bekal kepenulisan tesis sekaligus jurnal kepada mahasiswa. Perihal tema yang diangkat, mahasiwa angkatan 2017 tersebut menegaskan bahwa tema yang ditentukan berdasar kebutuhan mahasiwa.

淪elain itu, kajian lanskap linguistik ini memang terbilang baru dan sangat menarik bagi kami, ungkapnya.

lingua
Dr. Ni Wayan Sartini (tengah) bersama pemateri dan mahasiswa usai acara. (Foto: Nuri Hermawan)

Melengkapi pernyataan Ketua Himalingua, Ketua Program Studi S2 Ilmu Linguistik FIB UNAIR Dr. Ni Wayan Sartini M.Hum., mengungkapkan bahwa lanskap linguistik memang menjadi kajian yang sangat menarik. Menurut dia, kajian yang berfokus pada fenomena kebahasaan di ruang publik tersebut memiliki banyak manfaat. Baik bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan.

淜ajian ini akan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang bagaimana membangun sebuah persepsi suatu daerah atau kota lewat bahasa yang tersaji di ruang publik, tandasnya.

Selanjutnya, pakar linguistik budaya itu menambahkan bahwa Lanskap linguistik berbicara tentang banyak hal. Saat suatu berkunjung ke Kota Yogjakarta, tambah dia, masyarakat akan disuguhi penggunaan bahasa dan aksara Jawa yang terlihat sangat begitu kental di sana. Hal tersebut sangat berbeda dengan di Surabaya sebagai kota bisnis dan perdagangan dunia. Yakni, yang cenderung lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.

淏ahasa-bahasa yang tersaji di ruang publik itulah yang membangun persepsi masyarakat di suatu daerah memiliki khas dan ciri tersendiri, imbuhnya.

Pada akhir, doktoral jebolan Universitas Udayana itu juga menegaskan bahwa kajian lanskap linguistik juga berguna bagi pemangku kebijakan. Dia menambahkan bahwa pemangku kebijakan yang dalam hal ini sering diwadahi oleh balai bahasa, lanskap lingusitik bisa menjadi pedoman pemerintah setempat dalam mengambil keputusan perihal kebijakan bahasa.

淛adi, lanskap linguistik bukan sekadar struktur bahasa, tapi banyak hal yang tersimpan dan banyak kata yang memiliki makna, pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT