51动漫

51动漫 Official Website

Bekali 21 Tim PKM Lolos Pendanaan, UNAIR Targetkan Juara di PIMNAS

Potret Prof Dr Prihartini Widiyanti dalam Sesi Penyampaian Materi. (Foto: Nafiesa Zahra)
Potret Prof Dr Prihartini Widiyanti dalam Sesi Penyampaian Materi. (Foto: Nafiesa Zahra)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa. Sebanyak 21 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil lolos pendanaan.

Mereka resmi menerima pembekalan dari tim pendamping Ditmawa dan pakar yang berlangsung di Aula Bima Suci, Gedung ACC Kampus C UNAIR pada Senin (7/7/2025),. Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal kesiapan UNAIR dalam menatap Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025.

Prof Dr Prihartini Widiyanti drg M Kes S Bio CCD, selaku Ketua PKM UNAIR 2025, menyampaikan pentingnya kesiapan intelektual dan emosional dari seluruh tim. Ia menekankan bahwa setiap anggota harus mampu mengomunikasikan substansi riset dengan baik, tidak hanya pada tahap presentasi, tetapi juga dalam sesi tanya jawab dengan juri.

淪emua anggota harus bisa berbicara, bukan hanya satu orang. Juri bisa tiba-tiba menunjuk siapa saja. Maka dari itu, kami siapkan pelatihan presentasi, simulasi PKP 2, hingga pendampingan intensif, jelas Prof Yanti.

Dalam sesi berikutnya, Ika Zulkafika Mahmudah dari Tim Ditmawa UNAIR memberikan penjelasan teknis seputar pengisian logbook, pelaporan keuangan, dan penyusunan dokumen penting lainnya. Ia menekankan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam administrasi bisa membuat tim gugur sebelum dinilai substansi proposalnya.

淏ahkan salah font atau urutan nama di daftar pustaka bisa membuat gugur. Karena itu, satu tim wajib punya PIC administrasi yang disiplin, tegas Ika.

Potret Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupradoto dalam Sesi Sharing Inspiratif. (Foto: Nafiesa Zahra)

Prof Dr Eduardus Bimo Aksono Herupradoto drh M Kes, memberikan motivasi sekaligus kiat teknis dalam sesi sharing yang inspiratif. Ia mengulas strategi menaikkan tingkat kreativitas intelektual dalam PKM, pentingnya diferensiasi antar skema, serta penyusunan produk luaran secara komprehensif.

淜alau dulu satu variabel cukup, sekarang tidak lagi. Harus ada tantangan intelektual, variabel baru, dan metode mutakhir. Bukan sekadar mengikuti pola lama, ujarnya.

Pembekalan ini tidak hanya menyampaikan materi teknis, tetapi juga membakar semangat peserta. Para tim lolos pendanaan bersama Ditmawa menggema yel-yel khas PKM UNAIR: 淪atu Tekad, Satu Nyali, UNAIR Juara! serta 淏akti, Wani, Siji!

Dengan bekal yang matang dari segi riset, manajemen, hingga komunikasi publik, ke-21 tim PKM UNAIR menunjukkan kesiapan penuh untuk mengharumkan nama almamater di panggung nasional.

淏ukan hanya sekadar ikut, tapi menargetkan emas, tutup Prof Yanti. Semangat ini selaras dengan misi UNAIR untuk menjadi kampus unggul dalam pengembangan inovasi dan kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).(*)

Penulis: Nafiesa Zahra

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT