51动漫

51动漫 Official Website

BEM FIB UNAIR Ajak Puluhan Mahasiswa Asing Susuri Situs Bersejarah di Surabaya

Mahasiswa asing dan BEM FIB UNAIR berkunjung ke situs bersejarah di Surabaya. (Foto: Dokumentasi Panitia)
Mahasiswa asing dan BEM FIB UNAIR berkunjung ke situs bersejarah di Surabaya. (Foto: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) (FIB) 51动漫 (UNAIR) bekerja sama dengan Airlangga Global Engagement (AGE) berkolaborasi menggelar Indonesian Literature Extravaganza at 51动漫 (ILEN). Pada salah satu rangkaian acara, ILEN mengajak sepuluh delegasi mahasiswa asing dari Asia melakukan city tour situs bersejarah di Kota Surabaya pada Sabtu (24/9/2023).

Kali ini, BEM FIB UNAIR memilih tiga destinasi tempat bersejarah di Kota Surabaya. Pada awal keberangkatan, panitia mengajak mahasiswa berkeliling area Kampung Peneleh. Kampung tertua di Surabaya sekaligus tempat kelahiran Bung Karno. Di Kampung Peneleh, para peserta mengunjungi beberapa lokasi penting dalam sejarah. Seperti Sumur Jobong peninggalan kerajaan Majapahit, Makam Belanda atau tempat para kolonial dikebumikan, dan rumah HOS Tjokroaminoto. Rumah ini menjadi tempat tinggal tokoh proklamator saat mengenyam pendidikan di Surabaya.

Setelahnya, para mahasiswa asing mengunjungi monumen Tugu Pahlawan yang menjadi saksi pertempuran pertama pasukan Indonesia dengan pasukan sekutu setelah proklamasi kemerdekaan. Selain itu, berkeliling ke Museum Sepuluh November untuk melihat peninggalan sejarah selama masa penjajahan. Setelah puas berkeliling, panitia mengajak mahasiswa ke ruangan bawah tanah untuk menonton pemutaran film peristiwa 10 November.

Kenalkan Wali Songo

Lokasi terakhir adalah Makam Sunan Ampel yang terletak di kampung Arab. Para mahasiswa di sini akan diperkenalkan dengan tokoh Wali Songo yang membawa peradaban Islam ke Indonesia.

Pingkan selaku project officer mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan situs-situs bersejarah Indonesia dan kebudayaan asli. 淧ara peserta di sini terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan dari tour guide. Mereka mempelajari filosofi setiap peninggalan bersejarah di tiga lokasi tersebut, ungkapnya.

Hager Yehiya, mahasiswa asal Mesir selaku perwakilan dari delegasi mengatakan bahwa ia bersyukur menjadi bagian dari ILEN. Ia merasa setiap waktu yang berlalu sangat memorable. Ia juga menambahkan bahwa banyak sekali pelajaran yang ia peroleh dari kegiatan ini.

Di akhir sesi wawancara, Pinkan berharap acara ini dapat memberikan kesan tak terlupakan untuk peserta dan orang-orang yang terlibat. Serta, ia berharap acara tersebut dapat memperluas jangkauan untuk berjejaring. (*)

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Binti Q Masruroh

AKSES CEPAT