UNAIR NEWS Persaingan bisnis yang semakin kompetitif menuntut pelaku usaha untuk tak hanya adaptif, tetapi juga cakap dalam membaca peluang bisnis. Sebagai upaya dalam mendukung hal tersebut, BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 (UNAIR) menggelar Webinar Kewirausahaan bertajuk Cara Unggul dalam Business Competition.听
Inisiasi program kerja oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Eksekutif Mahasiswa itu berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (24/7/2025). Kali ini, menghadirkan Duta UMKM Jawa Timur 2024 sekaligus wirausahawan muda, Adinda Bunga Aprilia Ardilah SM sebagai narasumber utama.
Persaingan Bisnis
Mengawali sesi pertama, Adinda menjelaskan bahwa tujuan utama dari bisnis bukan sekadar mendapatkan keuntungan semata, tetapi juga meningkatkan brand awareness dan kepercayaan pelanggan. Namun, ia seringkali menemui UMKM yang belum mengenal baik usahanya sendiri, sehingga tidak memahami jenis usaha, target, serta strategi promosinya.
“Gunakan analisis SWOT dan STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning). Gen Z sekarang juga bisa manfaatkan AI. Ada platform dari Komdigi gratis yang bisa bantu UMKM mengenali kekuatan, kelemahan, keunggulan produk,” jelasnya.
Menurutnya, mengenali usaha sendiri juga harus diimbangi dengan pemahaman tentang berbagai bentuk kompetisi bisnis. Mulai kompetisi langsung dengan pelaku usaha sejenis, kompetisi tidak langsung melalui promo besar-besaran, sampai kompetisi potensial yang muncul dari tren sesaat atau buzzer yang menggiring persepsi publik.
Strategi Berkelanjutan
Dalam membangun usaha yang bertahan lama, keterbukaan terhadap masukan serta respon cepat dari keluhan pelanggan merupakan hal yang krusial. “Kalau dapat komplain jangan lari. Segera minta maaf dan sebagai bentuk tanggung jawab bisa kasih voucher atau promo,” imbuhnya.
Tak hanya itu, evaluasi rutin juga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas usaha. Periksa kinerja tim, identifikasi masalah yang berulang, dan bila perlu turun langsung ke lapangan agar memahami kondisi sebenarnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak larut dalam membandingkan bisnis dengan pesaing. 淧esaing itu perlu diamati, tapi bukan jadi fokus utama. Jangan sampai karena terlalu sibuk lihat pesaing, sampai kita lupa membenahi usaha sendiri. Padahal yang terpenting adalah bagaimana bisnis kita bisa berkelanjutan, tegasnya.
Teknik Presentasi yang Menarik
Sementara itu pada sesi kedua, Adinda menekankan bahwa selain menghadapi persaingan dengan strategi yang ada, pelaku usaha juga harus mampu menyampaikan gagasan atau ide yang dimiliki. Menurutnya, presentasi yang menarik dapat menentukan keberhasilan dalam meyakinkan audiens maupun investor.
Mengenali audiens, membangun narasi yang relatable, serta menghindari slide presentasi yang penuh dengan teks atau penjelasan menjadi beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Mengingat cerita dan pengalaman pribadi justru akan lebih mudah daripada data yang tampil secara mentah.
Terakhir, untuk meminimalisir rasa gugup, Adinda menyarankan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum secara konsisten. 淪ebenarnya saya pun masih suka gugup kalau presentasi di depan banyak orang. Tapi yang penting, kita tahu cara mengendalikannya. Atur napas, fokus, dan percaya dengan apa yang kita sampaikan, pungkasnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Ragil Kukuh Imanto





