UNAIR NEWS “ Bagi sebagian orang, diterapkannya sistem pembelajaran daring justru menjadi permasalahan tersendiri. Polemik yang terjadi bukan hanya terkait sistem pembelajaran yang membingungkan siswa, tapi mahalnya biaya kuota internet. Mirisnya, akibat pandemi juga terjadi PHK masal dan membuat perekonomian semakin lesu.
Hadir untuk mengatasi masalah tersebut, BEM FKG UNAIR yang berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 1000 Senyum, memberikan fasilitas internet gratis untuk siswa di Jln. Keputih Timur Pompa Air, Surabaya. Acara penyerahan secara simbolis yang juga dihadiri oleh tokoh setempat berlangsung pada Kamis (3/9/2020).
Darsono, selaku tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa terima kasih atas pemberian dukungan fasilitas belajar. Sebelumnya, banyak anak-anak yang kesusahan ketika hendak mengakses materi belajar daring karena tidak memiliki kuota internet.
“Pengadaan akses internet gratis ini tidak hanya mempermudah siswa dalam belajar, namun turut meringankan beban orang tua siswa,” tuturnya.
Anak-anak, lanjut Darsono, rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Jadi, masih dibutuhkan adanya pendamping. Maka, ia dan warga setempat menjadikan selasar masjid sebagai sentra belajar bersama dengan penerapan protokol kesehatan dan sistem bergilir.
Dengan dipusatkan di mushola, Darsono berharap supaya semangat belajar dan beribadah anak-anak naik. Menurutnya, selain belajar daring, anak-anak juga diajak untuk rutin belajar membaca Al-Qur™an.
Sementara itu, M. Canino Cahya mewakili BEM FKG UNAIR mengatakan bahwa program wifi charity ini akan tersebar di enam kabupaten di Indonesia. Titik penyebaran merupakan bagian dari wilayah koordinasi LSM 1000 Senyum.
œPemasangan wifi gratis untuk siswa akan kita sebar di wilayah Pantai Talise Palu, Manggarai Barat NTT, Bangkalan, Kediri, Nganjuk, dan Surabaya, ungkap Nino.
Tak hanya memberikan fasilitas internet gratis, pihaknya juga menyerahkan bantuan berupa meja belajar, tempat cuci tangan, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemberian akses internet gratis untuk siswa merupakan bentuk program solutif guna menangani keluhan masyarakat atas mahalnya harga kuota internet.
Selain itu, jika siswa tidak dapat mengakses materi yang diberikan secara daring, maka akan berakibat fatal pada pemahaman belajar. Maka dari itu dengan hadirnya program wifi charity diharapkan dapat membuat siswa kembali semangat untuk belajar.
œIstilahnya kan siswa-siswa ini dipaksa berorientasi dari yang sebelumnya sekolah tatap muka, menjadi daring. Maka yang dibutuhkan bukan hanya semangat saja, tapi juga fasilitas pendukung seperti akses internet dan gawai, ungkapnya.
œKami juga sudah membicarakan terkait rencana pengadaan fasilitas belajar bersama, seperti gawai atau komputer, namun masih proses diskusi. Mohon doanya, semoga niat baik kami dapat terrealisasi supaya dapat membantu adik-adik yang tidak memiliki gawai, imbuhnya.
Perlu diketahui, dalam program wifi charity juga mendapatkan dukungan pendanaan dari narasiTV dan kitabisacom. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran donasi program kerja Dentistry Charity BEM FKG UNAIR. (*)
Penulis: Muhammad Wildan Suyuti
Editor: Feri Fenoria Rifa™i





