UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM FKM) kembali mengadakan program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yaitu COMDEV 2022. Penyelenggaraan kegiatan tersebut berada dalam kawasan RW 3 meliputi RT 5, RT 10, dan RT 11 Kelurahan Asem Jajar, Kota Surabaya. Program tersebut resmi ditutup pada Sabtu (27/11/2022).
Dengan fokus utama dalam penanganan permasalahan sampah, lingkungan, dan ekonomi, serta kesehatan. Tahun ini dilakukan pelatihan budidaya tanaman sebagai tindak lanjut implementasi program pada tahun 2021. Setelah pada tahun sebelumnya terfokus pada program Bank Sampah dan Pengomposan.
Wujudkan Program Berkelanjutan Berbasis Komunitas Kewilayahan Masyarakat
Mengangkat tema “Continual Environmental Balanced”. Ketua Pelaksana COMDEV 2022, Maurilla Shafira Putri mengungkapkan bahwa program tersebut selaras dengan tujuan SDGs, yakni turut berkontribusi dalam menyukseskan tujuan SDGs poin ke 11 dan 15 pada masyarakat desa binaan.
Kedua tujuan SDGs ini selaras dengan tema dan tujuan COMDEV yang merupakan program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat dengan orientasi kesehatan lingkungan, khususnya lingkungan sekitar, tuturnya .
Maurilla mengatakan kegiatan Community Development BEM FKM UNAIR merupakan program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya akan dilakukan kontrak kegiatan berjangka dengan wilayah binaan.
Kontrak kegiatan ini biasanya selama 3 tahun, Comdev 2022 melaksanakan pemberdayaan di Desa Asem Jajar karena masih ada kontrak yang berlaku dan masih terdapat masalah-masalah yang belum mendapatkan intervensi secara maksimal dari periode sebelumnya, katanya.
Lanjutkan Program yang Sempat Vakum
Sebelumnya wilayah RW 3 tersebut telah menjadi desa binaan sejak tahun 2018. Dengan sasaran berbeda, tahun 2018 hingga 2020 memiliki sasaran RT 9 dan RT 10. Sedangkan pada tahun 2021 hingga 2022 memiliki sasaran RT 5 dan RT 11 untuk meneruskan kembali giat di wilayah itu. Ditambah dengan wilayah RT 10 dalam upaya menghidupkan kembali program bank sampah dan pengomposan yang sebelumnya sempat vakum selama pandemi Covid-19.
Maurilla menuturkan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut untuk memandirikan masyarakat agar mau dan mampu melaksanakan intervensi yang telah diberikan. Setelah pemberdayaan ini selesai, tugas dari BEM FKM selanjutnya adalah pendekatan sebagai konsultan.
Masyarakat tetap bisa melanjutkan proses bank sampah, pengomposan, dan budidaya tanaman sebagai upaya minimalisasi sampah dan peningkatan nilai ekonomi dari sampah, ungkapnya.
Budidaya dan Digitalisasi Tanaman
Sebagai implementasi pemanfaatan kompos yang telah dihasilkan oleh masyarakat, dilakukan program pelatihan budidaya tanaman. Pemilihan jenis tanaman ini berdasarkan hasil kuesioner KAP (Knowledge, Action, Practical) kepada masyarakat desa binaan dan diskusi dengan kader setempat. Hasilnya tanaman pandan dan buah tin berhasil dibudidayakan.
Budidaya tanaman ini juga diharapkan dapat menjadi komoditas baru bagi masyarakat desa binaan. Tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat desa binaan adalah Tanaman Pandan dan Tanaman Buah Tin, jelas Maurella.
Dalam Lomba Surabaya Smart City, COMDEV 2022 juga melakukan pendampingan masyarakat sasaran dengan melakukan digitalisasi jenis tanaman toga. Melalui pemberian barcode terkait nama, manfaat, dan metode pemanfaatan tanaman tersebut.
Harapan Ke depannya
Menjadi sarana pengembangan kapasitas diri mahasiswa dan masyarakat. Diharapkan Kebermanfaatan program tersebut tidak berhenti sampai di masa ini saja. Maka kader dapat membagikan informasi yang didapatkan kepada warga lainnya.
Oleh sebab itu, saya selaku ketua pelaksana Comdev 2022 sangat berharap agar kebermanfaatan Comdev ini tidak hanya berhenti sampai di Desa Asem Jajar saja, tapi sampai di desa lain sekitar, tutupnya.
Melalui program pemberdayaan semacam ini, perguruan tinggi akan membumi dan memberikan kebermanfaatan nyata ke masyarakat disekitarnya. Bersama dengan COMDEV, untuk kesehatan dan lingkungan yang lebih sehat.
Penulis: azhar burhanuddin
Editor: Feri Fenoria





