51动漫

51动漫 Official Website

BEM FTMM Tingkatkan Keterampilan Publikasi Jurnal Terindeks Scopus

Herlambang Setiadi saat pemaparan materi di Seminar Scopus: Re-Sci Camp pada 30 September 2023 di Gedung Kuliah Bersama Ruang 6.10 Kampus C (Sumber: Dokumentasi Panitia)
Herlambang Setiadi saat pemaparan materi di Seminar Scopus: Re-Sci Camp pada 30 September 2023 di Gedung Kuliah Bersama Ruang 6.10 Kampus C (Sumber: Dokumentasi Panitia)

UNAIR NEWS – Publikasi jurnal merupakan sebuah urgensi publikasi yang dirasakan oleh setiap mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Keilmuan Riset dan Teknologi BEM (FTMM) 51动漫 menggelar Seminar Scopus: Re-Sci Camp. Seminar ini diadakan pada Sabtu (30/09/2023) di Ruang 6.10 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR C.

Seminar ini mengusung tema “Meningkatkan Visibilitas Penelitian dengan Publikasi Jurnal Terindeks Scopus: Strategi dan Motivasi Konsisten Menulis Jurnal Ilmiah”. Seminar ini merupakan salah satu serangkaian acara Research and Science Mini Bootcamp yang telah berlangsung sejak 9 September 2023.

Seminar tersebut menghadirkan Herlambang Setiadi ST MSc PhD selaku tim editorial Journal of Advanced Technology And Multidicipline (JATM). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof Dr Ni檓atuzahroh Dra selaku wakil dekan I FTMM; Tahta Amrillah SSi MSc PhD selaku pembina BEM FTMM; serta Muhammad Farras Reswara Aryanda selaku presiden BEM FTMM.

Sinta Dian Monica, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa program kerja ini ingin menjadi bagian dari terwujudnya salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kedua, yaitu penelitian dan pengembangan. 淢elalui ini, teman-teman mendapatkan tata cara bagaimana secara lebih jauh cara meningkatkan visibilitas penelitian serta konsisten dalam publikasi jurnal ujarnya.

Langkah Pembuatan Jurnal

Pada kesempatan ini, Herlambang menjelaskan bahwa ada dua tipe pembuatan abstrak. Abstrak tipe satu merupakan tipe abstrak yang umum dipakai di scopus.

Pada abstrak tipe satu diawali dengan kondisi terkini dan diikuti problem serta solusi yang diberikan. 淎bstrak intinya kita menunjukkan introduction, metode, serta hasil dalam 250 kata jelasnya.

Lebih lanjut, pada abstrak tipe dua langsung membahas tujuan paper dan prosedur simpel pengerjaan serta hasil dari paper yang dibuat. Reviewer terkadang merasa abstrak ini terlalu simpel sehingga mereka meminta yang lebih komprehensif. Saat itulah abstrak tipe satu bisa dipakai.

Penulisan introduction memiliki dua tipe, from small picture to big picture dan from bigger picture to small picture. Bigger to Small, diawali dengan menceritakan kondisi terkini hingga menjelaskan kontribusinya. Sedangkan Small to Bigger diawali dari permasalahan kecil.

淧erlu diingat, jurnal scopus itu minimal referensinya 25 untuk publikasi yang research paper atau case study paper ungkapnya. Sedangkan pada paper review, Herlambang mengatakan minimal ada lima puluh sitasi.

Dilanjutkan pada bab dua yang berisi modelling dan fundamental teori. Pada bab dua, Herlambang berpesan dalam penulisan harus mengembangkan sendiri dan pembuatan gambar dengan cara yang berbeda.

Lebih lanjut pada bab tiga yaitu metode, pada bagian ini harus menceritakan bagaimana konsep atau ide dalam mendesain sesuatu. Dilanjutkan dengan experimental results pada langkah selanjutnya. 淚tu jangan langsung bikin suatu paragraf. Tapi membuat suatu case study ungkapnya.

Terakhir dalam langkah ini adalah pembuatan conclusion. Herlambang menekankan bahwa, 淜ita harus meng-highlight kontribusi dari paper kita ujarnya.

Sesi foto bersama peserta Seminar Scopus: Re-Sci Camp (Sumber: Dokumentasi Panitia)

Tips Membuat Jurnal

Herlambang menambahkan beberapa tips yaitu dengan mencoba menemukan jurnal yang menerima case study paper karena memiliki peluang yang besar untuk diterima. Selain itu dapat mengajak dosen senior di bidangnya untuk berkontribusi pada paper.

Usahakan memiliki track record penelitian yang konsisten. 淏ukan ahli di segala bidang. Tapi ahli di bidang tertentu pungkasnya.

Sebelum menutup pemaparan materinya, Herlambang juga menekankan bahwa butuh banyak membaca paper untuk menemukan research gap. 淭erutama bukan jurnal literatur review, maka kita memerlukan banyak paper yang perlu kita baca untuk menemukan kelemahannya paper dan kontribusi kita di mana terangnya.

Penulis: Meli Nor Arista

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT