UNAIR NEWS Tahun 2017 ini memasuki tahun kedua acara Women Hero sebagai acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan BEM 51动漫. Women Hero yang diselenggarakan Minggu (30/10) dimeriahkan dengan talkshow oleh perempuan-perempuan kontemporer yang memberikan pengaruh bagi masyarakat secara luas.
Mereka adalah Niken, Sekretaris Deputi bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan; Suraiya Kamaruzzaman aktivis perempuan dan pendiri organisasi Flower Aceh; Genie Anggita seorang Creative Director; dan Merrie Elizabeth seorang entrepreneur. Talkshow berlangsung di Aula Amerta Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, dengan jumlah peserta tak kurang dari 420 mahasiswa.
Acara ini disambut penuh antusias oleh para mahasiswa, baik mahasiswa UNAIR maupun kampus lain dari berbagai kota di Indonesia. Terbukti, peserta seminar berasal dari berbagai universitas maupun LSM.
Talkshow itu membahas masalah-masalah perempuan dan usaha yang dilakukan masing-masing person sesuai bidang yang mereka geluti.
淜ita sebagai perempuan jangan jadi beban pembangunan, tetapi jadilah bagian dari pembangunan itu sendiri, kata Niken.
Niken mengatakan, jika perempuan menjadi bangian dalam pembangunan, maka kesadaran untuk memberikan sumbangsih untuk negara dapat diwujudkan.
Dalam talkshow itu, Suraiya menggambarkan pentingnya peran perempuan melalui sosok Alva Edison. Dikatakan Suraiya, peran dari ibu dari Alva Edison lah salah satu faktor capaian penemu bola lampu itu.
淚bu Alva Edison mendidik anaknya menjadi seorang yang begitu hebat. Jangan main-main dengan peran yang dapat kita perankan, kata Suraiya.
Kepada seluruh peserta Genie Anggita bercerita tentang ide dan gagasan-gagasannya tentang desain yang telah ia bagi ke berbagai tempat di Indonesia. Seperi desain Rail Suroboyo, Bandara Soekarno Hatta, dan desain kreatif untuk masyarakat di Raja Ampat.
Sementara seorang pengusaha muda Merrie Elizabeth bercerita tentang karirnya sebagai seorang entrepreneur yang sukses sebelum usia 30 tahun.
Dalam kesempatan itu, BEM UNAIR juga memberikan penghargaan kepada beberapa wanita yang telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat.
Di akhir talkshow, panitia menghadirkan Dewi Lestari, penulis buku yang karyanya diakui secara nasional, seperti Perahu Kertas, Supernova, Filosofi Kopi, hingga Madre. Acara semakin meriah seiring antusiasme yang datang dari para peserta.
Dalam kesempatan itu, para peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada Dee, nama pena Dewi Lestari. Seluruh pertanyaan pun dijawab dengan memuaskan oleh Dee. (*)
Penulis : Widya Puspatiara
Editor : Binti Q. Masruroh





