UNAIR NEWS Kementerian Politik dan Kajian Strategis BEM 51动漫 menggelar KATALIS, Kelas Kajian Taktis dan Literasi Strategis, sebagai wadah pembelajaran isu publik dan literasi mahasiswa. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (20/9/2025) di Ruang Candradimuka Lantai 9, Gedung Nano, Kampus MERR-C, dengan dua sesi utama: talkshow kebijakan publik Surabaya dan kelas menulis kajian. Puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas hadir, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran isu strategis dan praktik penulisan akademik yang sangat bermanfaat.
Menyusuri Proses dan Tantangan Kebijakan Surabaya
Sesi pertama menghadirkan M Eri Irawan SE MKp, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya. Talkshow bertema 淒ari Meja Rapat ke Jalanan Kota membahas proses dan tantangan kebijakan publik, mulai dari identifikasi masalah, perumusan solusi, pengambilan keputusan, implementasi, hingga evaluasi. Pengawasan tiap tahap penting agar kebijakan benar-benar dapat masyarakat rasakan. Tantangan yang ada di Surabaya meliputi keterbatasan waktu, alokasi anggaran bergantung pusat, dan beberapa wewenang yang provinsi tarik, sehingga kolaborasi lintas instansi menjadi sangat penting.
Contoh kebijakan berbasis ekonomi kerakyatan: program Dandan Omah padat karya, aplikasi e-Peken untuk UMKM, dan pembagian perlengkapan sekolah gratis. 淯ang dari Surabaya harus berputar di Surabaya dan untuk orang Surabaya, tegas Eri. Ia mengajak mahasiswa ikut mengawal kebijakan dan menyuarakan aspirasi warga.

Menajamkan Pena: Strategi Menulis Kajian dan Policy Brief
Sesi kedua menghadirkan Kukuh S Wibowo, jurnalis senior dan redaktur Tempo Surabaya. Ia membagikan strategi praktis menulis kajian dan policy brief. Tulisan kajian harus bisa dibaca, dipahami, dan menjadi dasar pengambilan keputusan. 淜ita perlu mengasah kepekaan membaca isu sekitar, lalu menerjemahkannya ke tulisan bernilai strategis, ujarnya.
Kukuh menekankan gaya menulis lugas, tajam, berbasis data, serta membedakan tulisan populer, artikel akademik, dan policy brief. Policy brief harus ringkas, langsung ke inti, dan memberikan rekomendasi yang dapat menjadi acuan tindaklanjut. Peserta antusias menyusun kerangka kajian, dari latar belakang, identifikasi masalah, hingga rekomendasi. Salah satu peserta mengaku lebih memahami bahwa tulisan bisa akademis sekaligus komunikatif, dan tetap menyenangkan untuk dibaca serta mudah dipahami.
BEM UNAIR berharap mahasiswa aktif menulis analisis isu strategis dan memahami dinamika kebijakan publik. 淧rogram ini diharapkan berkelanjutan sehingga mahasiswa terbiasa menulis, bukan sekadar membaca, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata, tutup Kukuh.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





