UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 (UNAIR) memperluas peran aktifnya dengan terpilih sebagai Koordinator (SI) wilayah Jawa Timur (Jatim). Pelaksanaan pemilihan koordinator wilayah BEM SI tersebut berlangsung di Universitas Pasundan Bandung sebagai tuan rumah pada 26 Mei – 1 Juni 2024.
Aulia Thaariq Akbar selaku Presiden BEM UNAIR yang turut hadir pada pertemuan BEM SI tersebut mengaku bahwa dengan terpilihnya sebagai Koordinator wilayah Jatim sejalan dengan visi dan misi BEM UNAIR tahun ini. BEM UNAIR terpilih melalui proses musyawarah bersama BEM SI wilayah Jatim lainnya.
淎lhamdulillah BEM UNAIR terpilih secara mufakat, dan BEM UNAIR juga memiliki visi untuk mengeskalasi dan menjadi inisiator gerakan, maka dari itu BEM UNAIR ingin mengambil peran sebagai koordinator, ungkap Aulia Thaariq atau yang akrab disapa Athaa.
Atha menyampaikan, dengan terpilihnya BEM UNAIR sebagai koordinator wilayah, ia ingin agar BEM UNAIR dapat merangkul seluruh BEM dari berbagai universitas yang ada di Jawa Timur. Atha menekankan prinsip egaliter untuk merangkul BEM kampus-kampus di daerah lainnya, terutama kampus luar Surabaya.
淛adi nanti kita inginnya bisa mengajak semuanya, baik teman-teman dari kampus lain, termasuk teman-teman dari kampsu kecil, itu akan kita aja untuk bergabung, karena kita prisnsipnya itu egaliter, terangnya.

Rencana BEM UNAIR selaku Koordinator Wilayah Jatim
Menjadi Koordinator wilayah, menunjukkan bahwa BEM UNAIR dipercaya untuk memimpin pergerakan mahasiswa di Jawa Timur. Athaa selaku Presiden BEM mengaku telah memiliki rencana terkait program yang akan dijalankan kedepannya. Mulai dari safari daerah, hingga konsolidasi internal BEM Se-Indonesia wilayah Jatim.
淜arena kita ingin mendengar bagaimana aspirasi dari kampus-kampus lain, terutama kampus luar Surabaya, jadi kita akan lakukan safari ke daerah-daerah di wilayah Jatim, ungkapnya.
淜ita juga berencana adakan konsolidasi internal untuk BEM SI wilayah Jatim mengenai langkah-langkah BEM SI Jatim kedepannya, penyikapan isu-isu yang ada di masyarakat, dan menanggapinya dengan gerakan yang seperti apa, lanjut Athaa.
Kemudian, melihat momentum saat ini yang mulai mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Athaa juga berencana untuk tiap-tiap kampus nantinya berani untuk mengundang Bupati, Calon Walikota, atau calon Kepala Daerah. Ia mengaku bahwa aksi tersebut terinspirasi dari acara GAGAS RI tahun lalu, yang mana UNAIR berhasi mendatangkan dua calon Presiden dan Wakil Presiden.
淜ita mengusung semangat yang sama, jadi dengan mengundang calon Kepala Daerah seperti Bupati atau Wali Kota hadir ke kampus-kampus di daerah untuk dikritisi dan di uji argumentasinya, jelas Athaa.
Fokus Isu BEM UNAIR sebagai Koordinator Wilayah
Selaku organisasi mahasiswa yang tidak lepas dengan pergerakan dan aksi, BEM UNAIR akan menggelorakan semangat kedaerahannya. Menjadi pihak yang selalu berada di sisi masyarakat, isu dan konflik daerah menjadi fokus pembahasan.
Ada banyak isu kedaerahan dan konflik daerah yang hingga hari ini masih belum terselesaikan. Oleh karenanya, peran aktif mahasiswa, khususnya BEM SI wilayah Jatim diperlukan untuk penyelesaiannya.
淎da banyak isu kedaerahan, seperti kemarin teman-teman BEM dari Malang mengusulkan isu Kanjuruhan, atau teman-teman BEM Surabaya yang mengusulkan untuk mengangkat isu mengenai konflik masyarakat marginal, tutur Athaa.
Untuk itu, keselarasan suara anggota BEM SI wilayah Jatim sangat diperlukan. Ia menekankan penguatan internal, agar aspirasi yang disampaikan nantinya lebih terdengar.
淜arena kemarin-kemarin gerakan kami kurang terdengar, kita ingin penguatan internal. Jadi, inginnya BEM SI wilayah Jatim ini tidak hanya sekadar perkumpulan saja, tetapi menjadi salah satu wadah untuk pergerakan, tutup Athaa di akhir.
Penulis: Syifa Rahmadina
Editor: Feri Fenoria





