UNAIR NEWS – 淪aya butuh perjuangan yang benar-benar sangat ekstra untuk menyelesaikan penelitian yang akan saya gunakan untuk tesis ini, karena saat itu saya sedang hamil, tutur Roisah Nawatila, ketika ditemui UNAIR NEWS terkait tentang perjuangannya dalam menyelesaikan tesis studinya pada jenjang S-2 Fakultas Farmasi 51动漫.
Dengan perjuangannya itu, Roisah akhirnya meraih reward maksimal dan dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S-2 Fakultas Farmasi. Padahal, ia mengaku pikirannya sempat terbebani ketika menyelesaikan tesis dalam kondisi hamil besar.
Menjelang seminar terbuka dan sidang akhir tesis, kandungannya bahkan mengalami kontraksi. Akibatnya, terpaksa ia memundurkan jadwal sidang demi kelahiran buah hatinya. Perjuangannya pun tak berhenti sampai disitu. Usai melahirkan, Roisah membawa serta bayinya yang baru berumur dua minggu itu untuk mengurus keperluan sidang akhir tesisnya.
Baginya, ujian tak berhenti disitu. Pada saat penelitian pun, di tengah-tengah ia melakukan uji disolusi terhadap sampel, listrik laboratorium juga sempat padam. 淜arena lampunya padam, ya akhirnya saya harus mengulang lagi uji disolusi itu dari awal. Beruntungnya pula, ada sisa sampel yang bisa saya gunakan, tandasnya dengan nada lega.
Perjuangannya yang maha berat tersebut akhirnya berhasil ia tuntaskan. Tesisnya yang berjudul 淧embentukan Kokristal Asikovir Menggunakan Koformen Nikotinamida yang dibuat dengan Metode Penguapan Pelarut dengan Variasi Pelarut berhasil dirampungkan dan memperoleh hasil maksimal, yakni Indeks Prestasi Kumulatif hampir sempurnya, yaitu 3,93.
Roisah mengaku tak ada kiat-kiat secara khusus untuk menjadi lulusan yang terbaik ini. 淵ang terpenting adalah pantang menyerah, selalu berpikir positif, dan percaya bahwa nothing is impossible. Yang penting aku percaya bahwa aku bisa, kisah Roisah Nawatila, bangga. (*)
Penulis: Akhmad Janni
Editor: Defrina Sukma S.





