UNAIR NEWS – Dwi Cahyani Octavianti, alumnus program studi S-1 Sastra Inggris, berhasil merebut satu gelar simbul keaktifan di kampus, yaitu wisudawan berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 pada wisuda Maret 2017. Kegemarannya pada dunia tulis menulis ilmiah membuat perempuan kelahiran Tulungagung ini sering memenangkan kompetisi di bidang ini.
Dwi mengaku, ada tiga pencapaian yang luar biasa selama berkuliah. Pertama, ia pernah menyabet juara III Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional Dinas Kehutanan Povinsi Jawa Timur tahun 2013. Kedua, ketika mendapat kabar bahwa paper yang ia tulis diterima di sebuah konferensi internasional di Hamburg, Jerman, tahun 2016. Ketiga, penghargaan sebagai wisudawan berprestasi UNAIR, saat ini.
淧encapaian ini saya persembahkan untuk ibu yang selalu berjuang untuk mimpi-mimpi yang selama ini beliau luapkan dalam setiap doanya, tutur Dwi bersyukur.
Perjuangan untuk berangkat ke Jerman pun menjadi cerita menarik baginya. Dwi dan anggota tim kesulitan dalam hal pendanaan. Namun, karena tekadnya sudah bulat, ia mencari dana dengan usahanya sendiri.
淭iga bulan sebelum berangkat, paper kami dinyatakan lolos oleh panitia. Saya memulai bekerja sedari merias teman-teman yang wisuda, saya juga menjadi trainer outbond (pelatih mancakrida), memberikan les privat, hingga berjualan makanan dan minuman di acara seminar LPDP, tutur Dewi.
淪aat itu yang ada di pikiran saya hanyalah berangkat ke Jerman, walau saya hanya tidur dua sampai tiga jam sehari, bagi saya, kelelahan itu terbayar ketika benar-benar sudah sampai di benua biru, ungkapnya. Nah, seusai lulus ini Dwi ingin untuk mendapat beasiswa dan melanjutkan kuliah S-2 ke luar negeri. (*)
Penulis: Ainul Fitriyah
Editor: D. Sukma Satiti





