51动漫

51动漫 Official Website

Bersama Pemprov, KKN-BBK UNAIR Fokuskan Bantu Bangun Karakter Masyarakat

Prosesi Pelepasan KKN-BBK UNAIR tahun 2023 di Airlangga Convention Center (ACC). (Foto: Agus Irwanto)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) mendorong mahasiswa untuk terus memberikan manfaat dan kontribusinya kepada masyarakat. Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menegaskan hal itu pada acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK). Sebelumnya dikenal dengan istilah KKN Belajar Bersama Masyarakat (BBM) di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) pada Senin (9/1/2023).

淛angan pernah berhenti untuk belajar. Tugas kita di samping belajar untuk memperoleh sesuatu, harus dapat memberikan sesuatu kepada sekitar (masyarakat, Red). Jangan hanya meminta dan mendapatkan sesuatu. Karena itu, memberikan yang terbaik pelajaran-pelajaran yang kalian peroleh ke masyarakat, ungkapnya.

Hadir dalam pelepasan mahasiswa BBK yang ke-67 UNAIR itu 1.458 mahasiswa dari seluruh fakultas. Termasuk hadir 78 dosen pembimbing lapangan. KKN kali ini mengangkat tema 淧emberdayaan Post-Pandemi.

Dalam pelepasan tersebut, UNAIR turut mengundang Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Dra Rita Kustanti Rahayu. Ia menjelaskan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan sejumlah hal sebelum memulai KKN-BBK.

Prosesi Pelepasan KKN-BBK UNAIR tahun 2023 di Airlangga Convention Center (ACC). (Foto: Agus Irwanto)
11 Wilayah

Seusai pelepasan, mahasiswa UNAIR tersebut akan terjun ke desa di 11 wilayah di Jawa Timur. Yakni, Surabaya, Gresik, Lamongan, Kediri, dan Jember. Termasuk 4 kabupaten di Pulau Madura. Yaitu, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Tim KKN juga berkeolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Mereka nantinya turut mengkreasikan program inovasi dan terobosan di setiap wilayah dari dinas.

Inovasi tersebut, antara lain, Klinik Bum Desa; Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha Perempuan); Desa Berdaya; Sinando; DDC-Sapa Desa (Data Desa Center Sistem Informasi Pendataan Desa); Si Manis Desa (Sistem Administrasi Pemerintahan Desa); Pesan Bunda (Penyelamatan aste UPK Melalui BUMDesMa); dan Si Bermata Desa (Sistem Belajar Mandiri Tata Kelola Desa).

Dra Rita menekankan, di antara delapan inovasi tersebut, ada empat inovasi yang menjadi prioritas. Empat inovasi itu bertujuan menjadi motor penggerak untuk membangun karakter masyarakat yang cerdas, sehat, dan berkualitas.  

淗arapannya mahasiswa bisa memaksimalkan proyek dan menerapkan pengabdian itu secara maksimal,澂ujarnya.

Penulis: Sintya Alfafa 

Editor: Feri Fenoria  

AKSES CEPAT