51动漫

51动漫 Official Website

Biomarker untuk Memprediksi Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 yang Memiliki Resiko Perburukan Fungsi Ginjal

Jumlah pasien baru penderita diabetes melitus semakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2021, International Diabetes Foundation (IDF) melaporkan bahwa 1 dari 10 orang dewasa menderita diabetes, dimana 90% merupakan penderita diabetes melitus tipe 2. Jika tidak dikontrol, diabetes melitus tipe 2 ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berujung kepada kematian. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah penyakit ginjal kronis, dimana sekitar 40% dari penderita diabetes diestimasikan akan mengalami komplikasi ini.

Penyakit ginjal kronis dapat dikategorikan menjadi 5 stadium berdasarkan fungsi ginjal pasien. Jika pasien diabetes tipe 2 sudah mengalami komplikasi penyakit ginjal kronis namun tidak dilakukan intervensi, maka pasien dapat jatuh dalam kondisi gagal ginjal dimana ginjal sudah tidak bisa berfungsi lagi untuk mengeluarkan air dan 渞acun dari dalam tubuh sehingga pasien perlu menjalani cuci darah atau transplantasi ginjal. Namun begitu, setiap pasien memiliki resiko yang berbeda-beda terkait dengan progresivitas penurunan fungsi ginjal ini, dimana ada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal secara perlahan dan ada juga yang drastis.


Saat ini, parameter klinis untuk melihat perburukan fungsi ginjal adalah dengan memeriksa kadar kreatinin dalam darah atau albumin dalam urin. Namun, parameter ini tidak spesifik. Untuk kreatinin, kadarnya dipengaruhi oleh massa otot; sedangkan untuk albumin dalam urin, tidak semua pasien diabetes tipe 2 dengan gangguan ginjal kronis mengeluarkan albumin di urin. Oleh karena itu, masih diperlukan sebuah biomarker baru yang bisa digunakan sebagai parameter klinis untuk menentukan apakah pasien diabetes tipe 2 dengan gangguan ginjal kronis ini akan mengalami penurunan fungsi ginjal dengan progresif atau perlahan, sehingga dokter dapat menentukan intervensi apa yang sebaiknya diberikan untuk pasien tersebut.

Pada penelitian ini saya tergabung dalam tim peneliti dari Taiwan dan Belanda untuk menganalisis biomarker baru yaitu Fetuin-A, yang memiliki potensial untuk memprediksi pasien yang memiliki resiko untuk mengalami progresivitias penurunan fungsi ginjal. Biomarker ini dipilih berdasarkan penelitian pendahuluan yang memetakan biomarker-biomarker potensial apa saja yang kadarnya meningkat di dalam urin pasien diabetes tipe 2 dengan gagal ginjal kronis. Dari hasil penelitian pendahuluan, didapatkan bahwa Fetuin-A merupakan salah satu biomarker yang kadarnya meningkat.

Penelitian ini terdiri dari 2 populasi, yaitu pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit ginjal kronis yang berasal di Taiwan, yang kemudian hasilnya divalidasi ulang menggunakan pasien yang serupa namun berasal dari Belanda. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan dapat direplikasi di kelompok pasien yang berbeda. Definisi dari progresivitas penurunan fungsi ginjal dalam penelitian ini adalah jika fungsi ginjal menurun sebesar 30% selama masa studi, atau masuk dalam stadium akhir gagal ginjal.

Dari populasi pasien di Taiwan, didapatkan bahwa pasien dengan kadar fetuin-A di urin setidaknya 7.53 ng/mg creatinine memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami progresivitas penurunan fungsi ginjal. Sama halnya dengan temuan pada populasi pasien di Taiwan, populasi pasien di Belanda yang dengan kadar fetuin-A di urin setidaknya 7.53 ng/mg creatinine juga memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami progresivitas penurunan fungsi ginjal.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fetuin-A merupakan sebuah kandidat biomarker untuk memprediksi progresivitas perburukan fungsi ginjal. Walaupun hasil penelitian ini sudah divalidasi dengan menggunakan populasi pasien yang berbeda, masih diperlukan beberapa tahapan agar biomarker ini bisa digunakan dalam praktek sehari-hari.

Penulis: dr. Firas Farisi Alkaff

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada publikasi ilmiah kami di: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37812932/

Chuang GT, Kremer D, Huang CH, Alkaff FF, et al. Urinary Fetuin-A Fragments Predict Progressive eGFR Decline in Two Independent Type 2 Diabetes Cohorts of Different Ethnicities. Am J Nephrol. 2023 Oct 9. doi: 10.1159/000534514

AKSES CEPAT