Ekosistem daripada Taman Nasional Baluran terdiri dari beberapa ekosistem yang menunjukkan tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap pengaruh lingkungan, mencakup faktor biotik dan abiotik. Beberapa spesies tanaman yang dapat menunjukkan variasi yang signifikan dalam hal kandungan metabolit sekunder karena berada pada ekosistem yang berbeda. Tujuan utama dari penelitian ini ialah pengungkapan dan analisa komposisi fitokimia, potensi antioksidan, anti-diabetes dan potensi sebagai bahan baku kosmetik melalui penyelidikan awal penghambatan enzim tirosinase dari spesies terseleksi yang ditemukan berdasarkan kemotaksonomi dan etnofarmakologi di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Studi ini melibatkan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap fitokimia, serta pengujian aktivitas anti-diabetes, anti-tirosinase, dan antioksidan mereka secara in vitro melalui berbagai uji seperti penghambatan 伪-glukosidase, penghambatan tirosinase, dan uji peredaman radikal bebas (DPPH, ABTS, CUPRAC, dan FRAP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari Euphorbia atoto menunjukkan aktivitas penghambatan 伪-glukosidase yang kuat dengan nilai persentase penghambatan (PI) sebesar 92,07卤1,43%, melampaui efek penghambatan dari akarbos (25,92卤1,61%) dan kuersetin (84,79卤1,18%). Selain itu, kemampuan antioksidan menunjukkan bahwa hasil hutan non-kayu terseleksi dari Taman Nasional Baluran menunjukkan sifat antioksidan yang substansial, seperti yang dibuktikan oleh nilai persentase peredaman (PI) terhadap radikal bebas. Hasil ini memberikan dasar ilmiah untuk mempertimbangkan bahwa hasil hutan non-kayu Taman Nasional Baluran berpotensi sebagai sumber potensial senyawa obat alami.
Penulis:
Rico Ramadhan
Departemen Kimia, FST UNAIR
Riset Grup Eksplorasi dan Sintesis Senyawa Bioaktif (ESBC)
Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT)
Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME)
51动漫
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah di:
Baca juga: Ancaman Tersembunyi Mikroplastik bagi Ekosistem Laut





