UNAIR NEWS Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK-7) 51动漫 (UNAIR) bersama perangkat Desa Tlanak berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi desa melalui penyusunan peta strategis investasi berbasis sistem informasi geografis (SIG). Program ini menjadi upaya mahasiswa dalam mengintegrasikan data potensi lokal dengan perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan di Desa Tlanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.
Penyusunan peta strategis investasi bertujuan memetakan potensi Desa Tlanak secara komprehensif, tidak hanya pada sektor pertanian sebagai sektor unggulan, tetapi juga infrastruktur pendukung serta area potensial untuk pengembangan usaha lainnya. Peta ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan sekaligus media promosi investasi desa yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Desa Tlanak memiliki luas wilayah sekitar 325 hektare, dengan lahan pertanian mencapai kurang lebih 218 hektare yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Selain potensi pertanian, desa ini juga memiliki potensi pengembangan usaha berbasis hasil pertanian, pemanfaatan lahan kosong, serta dukungan infrastruktur desa yang dapat menunjang aktivitas ekonomi.
Program kerja pemetaan Desa Tlanak mendapat respon positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Tlanak, Ibu Rahayu Ningsih, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi ini. 淚novasi ini sangat baik. Kami berharap pemetaan yang disusun dapat membantu pengembangan perekonomian Desa Tlanak ke arah yang lebih terencana dan berkelanjutan, ujarnya.
Meskipun memiliki potensi yang menjanjikan, luasnya wilayah desa menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemetaan. Oleh karena itu, mahasiswa BBK-7 UNAIR memanfaatkan teknologi SIG melalui aplikasi Locus GIS untuk menghasilkan peta yang lebih akurat dan mudah dipahami.
Pada Jumat (23/01/2026), mahasiswa BBK-7 UNAIR melakukan kunjungan ke Balai Desa Tlanak untuk melakukan verifikasi data lapangan dan penyesuaian peta dengan data primer desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa serta sembilan perangkat desa. Hasil verifikasi menunjukkan kesesuaian antara kondisi lapangan dengan peta strategis investasi yang telah disusun.
Output dari kegiatan ini berupa peta strategis investasi Desa Tlanak berbasis SIG yang memuat zonasi pertanian produktif, infrastruktur desa, serta area potensial pengembangan usaha. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Diharapkan, peta ini dapat menjadi langkah awal penguatan kemandirian ekonomi Desa Tlanak di masa depan.





