51动漫

51动漫 Official Website

Book Fair ICAS 13, Dirjen Kemendikbud: Ajang Kolaborasi Penerbit dan Peneliti

(Dari sisi kiri ke sisi kanan) Sesi foto bersama dengan Rima Lahdji (Koordinator Media dan Branding ICAS-13), Prof Bambang Sektiari Lukiswanto (Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR), Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development UNAIR), Hilmar Farid PhD (Dirjen Kebudayaan), dan Lina Puryanti (Direktur AIIOC). (Sumber: Istimewa)

UNAIR NEWS – Hari kedua ICAS 13 turut dimeriahkan dengan gelaran Book Fair di ASSEC Building Lobby, Kampus Dharmawangsa B, 51动漫, pada Senin (29/7/2024). Sebanyak 19 penerbit Indonesia dan dunia turut hadir dan meramaikan gelaran Book Fair tersebut.

Hadir dalam gelaran tersebut, Hilmar Farid PhD selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Ia menyebutkan, gelaran bookfair ini menjadi ajang penting dalam menunjang keberlangsungan konferensi.

淭entunya, gelaran book fair ini tidak kalah pentingnya dengan konferensi yang sedang berlangsung. Dengan harapan, para peserta tidak sekedar menghadiri konferensi, namun juga berkesempatan menerbitkan gagasan yang mereka dalam wujud buku, naskah, dan jurnal, ujar Hilmar ke Tim UNAIR NEWS pada Senin (29/7/2024). 

Dirjen Kebudayaan juga memberikan pujian kepada UNAIR yang telah mengemas konsep bookfair dengan baik dan menarik. Seluruh penataan terkonsep dengan ciamik. Tidak hanya berfokus menarik peserta untuk menghabiskan waktunya di bookfair, penempatan layout juga turut dipertimbangkan dengan matang. 

淏agus dan menarik design-nya menurut saya. Konsep ini dapat mengundang para peserta meluangkan waktu selama berada disini (Red. UNAIR). Penempatan layout juga longgar agar para peserta dan pengunjung tidak berdesakan untuk melihat-lihat buku. Terdapat juga foto yang ditampilkan sangat artistik sesuai dengan tema yang diusung, tutur Hilmar. 

Hilmar Farid PhD selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud). (Sumber: Istimewa)

Gelaran konferensi terbesar se-Asia yang perdana dilaksanakan di Indonesia ini tentunya memberikan dampak yang besar. Terutama, bagi ilmuwan muda Indonesia dapat bertatap muka secara langsung dengan para expert. Dengan ini, harapannya dapat memunculkan ide atau kerjasama baru terkait asian studies. 

淕elaran ini juga menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk membuka dan menjaring koneksi melalui konferensi, diskusi, dan panel akademik yang digelar oleh ICAS 13. Namun, yang tidak kalah pentingnya yakni pertemuan diluar konferensi. Para peserta juga berkesempatan untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan riset dan inovasi dengan peserta dari berbagai negara, terangnya. 

Airlangga University Press (AUP) juga turut andil dalam gelaran ICAS-13 kali ini. AUP sendiri telah melakukan terobosan penting melalui kerja sama dengan penerbit dari luar negeri dalam publikasi karya dan jurnal. UNAIR sendiri telah menyumbangkan karya mutakhirnya di Scopus. 

淜erjasama antar penerbit ini akan memudahkan para ilmuwan untuk menerbitkan dan mengakses di Scopus. Tidak hanya pada penerbitan jurnal, namun juga akan menerbitkan buku yang bekerja sama dengan Springer. Hal ini merupakan terobosan bagi dunia akademisi, imbuh Hilmar. 

Pada akhir, Hilmar berharap dengan gelaran ICAS-13 membuka peluang baru bagi para intelek Indonesia untuk menunjukkan eksistensi serta berkiprah pada penelitian dunia. Selain itu, melahirkan publikasi-publikasi segar melalui konferensi dan panel-panel pada ICAS-13. 

Penulis: Satrio Dwi Naryo

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT