51动漫

51动漫 Official Website

BPBRIN Kenalkan Produk Inovasi 51动漫 di Jerman

Sebelah kiri merupakan Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE M Si selaku narasumber pada Airlangga Forum mengenai Inovasi dan Keunggulan Bangsa (Sumber: Nokya Suripto Putri)
Sebelah kiri merupakan Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE M Si selaku narasumber pada Airlangga Forum mengenai Inovasi dan Keunggulan Bangsa (Sumber: Nokya Suripto Putri)

UNAIR NEWS – Sekolah 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar Airlangga Forum program. Tepatnya membahas mengenai Inovasi dan Keunggulan Bangsa dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Pelaksanaanya pada Jumat (5/5/2023) melalui live youtube Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) dan juga siaran radio Jawa Timur. Topiknya adalah mengenalkan Produk Inovasi 51动漫 di Jerman

Host dan juga pemantik pada acara adalah Suparto Wijoyo selaku Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR). Narasumbernya adalah Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono SE M Si selaku ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi () UNAIR.

Prof Nafik menjelaskan bahwa inovasi sebagai keunggulan bangsa ini bukan tindakan di mana hanya mencontoh negara lain tanpa melihat kearifan lokal di Indonesia. Ketika berinovasi akan lebih baik lagi dengan melihat situasi dan kondisi budaya yang ada di negara asal.

淪aya contohkan pada negara Jerman yang mana memiliki pertumbuhan penduduk negatif. Bagaimana untuk menghadapi gejala declining ini. Jerman pada akhirnya menggunakan teknologi informasi sebagai pengganti dari kekurangan sumber tenaga, jelasnya

Kondisi Sosial

Berbeda dengan Indonesia yang jumlah penduduknya mengalami pertumbuhan sebanyak 2 persen, maka inovasi di Jerman tidak bisa terwujud di Indonesia jika memiliki tujuan atau arah yang sama. Tetapi inovasi tersebut juga bisa berwujud jika sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia.

淪ebagai contoh, jika melihat pada jumlah penduduk di Indonesia yang banyak sekali. Ketika melakukan pelayanan secara umum pasti kan antrinya panjang sekali. Nah teknologi informasi atau digitalisasi ini dapat berlaku pada pelayanan di Indonesia. Agar, masyarakat tidak antri secara manual dan pelayanan dapat dengan efisien, sekali lagi berbasis kearifan lokal, imbuhnya.

Di Eropa basis dari inovasi berasal dari melihat problem yang terjadi di masyarakat lalu berfikir secara preventif untuk dimasa depan. 

Pada acara pengenalan produk-produk inovasi di Jerman, Prof Nafik mengenalkan berbagai produk inovasi dari hasil civitas akademisi UNAIR. Yaitu, obat diabetes dan kolesterol yang berasal dari pengolahan limbah kulit manggis. Selain itu, mengenalkan vaksin merah putih atau inavac.

Banyak dari berbagai negara yang hadir di sana ingin bekerja sama dengan UNAIR. Salah satunya dari Belanda yaitu Universitas Leiden yang ingin melakukan research dengan UNAIR. Tujuannya untuk melihat bagaimana kearifan lokal dapat mengangkat perekonomian di Indonesia.

Penulis: Nokya Suripto Putri

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT