51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Budidaya Ikan Empurau (Tor Tambroides) dengan Kepadatan Berbeda

Budidaya Ikan Empurau (Tor Tambroides) dengan Kepadatan Berbeda
Sumber: iStock

Sumberdaya perikanan air tawar yang potensial berada di indonesia adalah Ikan Tor. Salah satu spesies dari ikan tor yaitu Tor tambroides (Ikan Sapan atau Ikan Empurau). Distribusi persebaran ikan empurau dapat ditemui di negara Asia Tenggara antara lain yaitu Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Cina, dan Brunei Darussalam. Populasi ikan empurau di alam mengalami penurunan dan menuju kepunahan dikarenakan banyaknya perburuan liar terhadap ikan ini untuk dikonsumsi dan diperjual-belikan sebagai ikan hias. Semakin tingginya permintaan pasar terhadap ikan empurau baik mulai dari benih hingga indukan akan mengakibatkan semakin kritisnya populasi ikan empurau di alam. Oleh karena itu perlu upaya budidaya yang bertujuan untuk mempertahankan stok ikan empurau. Pada penelitian ini dilakukan perlakuan padat tebar yang berbeda pada budidaya untuk mengetahui kepadatan yang optimal dalam menunjang pertumbuhan ikan empurau.

Metode penelitian yang digunakan berupa metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan perlakuan pemberian padat tebar yang berbeda adalah sebagai berikut: Perlakuan 1 = Padat tebar sebanyak 2 ekor/liter, Perlakuan 2 = Padat tebar sebanyak 4 ekor/liter, Perlakuan 3 = Padat tebar sebanyak 8 ekor/liter dan Perlakuan 4 = Padat tebar sebanyak 16 ekor/liter. Benih ikan empurau yang digunakan berukuran 1,6−1,8cm. Selama penelitian berlangsung benih ikan empurau diberikan pakan hidup cacing sutra (Tubifex sp.) sebanyak dua kali sehari selama 67 hari masa pemeliharaan setiap pagi hari dan sore hari. Pemberian pakan benih ikan empurau dilakukan secara ad libitum (sekenyang-kenyangnya) dengan cara mengambil cacing sutra (Tubifex sp.) lalu diberikan ke dalam akuarium yang berisi benih ikan empurau. Parameter utama dalam penelitian ini adalah laju pertumbuhan, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhann berat mutlak dan tingkat kelulushidupan pada benih ikan empurau.

Hasil uji terhadap benih ikan empurau didapatkan perlakuan yang memiliki laju pertumbuhan harian paling tinggi yaitu Perlakuan 1 sebesar 0,015g/hari. Sedangkan perlakuan yang memiliki laju pertumbuhan harian paling rendah yaitu Perlakuan 4 sebesar 0,004g/hari. Untuk laju pertumbuhan spesifik paling tinggi yaitu Perlakuan 1 sebesar 5,322% bobot/hari. Sedangkan hasil uji perlakuan terhadap benih ikan empurau yang memiliki laju pertumbuhan harian paling rendah yaitu Perlakuan 4 sebesar 3,271% bobot/hari. Untuk pertumbuhan mutlak juga didapatkan perlakuan 1 memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak atau selisih pertambahan berat dari awal hingga akhir yaitu 1,01 gram dan pertumbuhan panjang mutlak 2,9 cm. Tingkat kelangsungan hidup ikan pada perlakuan 1 juga memberikan hasil terbaik yaitu sebesar 80% dan P4 memiliki nilai terendah yaitu 34%. Berdasarkan hasil, pemberian perbedaan padat tebar memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan pada pendederan ikan empurau dimana perlakuan kepadatan terendah menghasilkan nilai terbaik (2 ekor/liter). Kepadatan tebar rendah dapat meningkatkan pertumbuhan ikan yang lebih baik dikarenakan tidak adanya keterbatasan terhadap ruang gerak, oksigen terlarut, dan persaingan makanan.

Penulis: Nina Nurmalia Dewi, S.PI., M.Si.

Link:

Baca juga: Pengaruh Padat Tebar pada Pemeliharaan Larva Ikan Koi

AKSES CEPAT