51动漫

51动漫 Official Website

Bulan Bahasa, Pakar UNAIR Tekankan Pentingnya Refleksi Identitas

IL by Siedoo

UNAIR NEWS Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra yang jatuh pada Oktober menghantarkan ingatan setiap orang pada peristiwa Sumpah Pemuda. Pada momen itu, para pemuda mewakili seluruh masyarakat Indonesia sepakat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas di tengah masyarakat yang plural.

Pada momen itu, Pakar Bahasa 51动漫 (UNAIR) Dr Dra Ni Wayan Sartini MHum menyampaikan jika momen ini bukan sekadar perayaan. Menurutnya, di dalam setiap momen tersebut ada satu esensi yang seharusnya masyarakat Indonesia miliki.

淓sensinya adalah bagaimana kita melihat, merefleksikan, dan memperhatikan kembali sejauh mana perkembangan bahasa kita. Usaha-usaha apa yang sudah kita lakukan dalam rangka mengembangkan, melestarikan, menjaga, dan juga menghargai, terangnya kepada UNAIR NEWS (12/10/2023).听

Momen Peringatan

Bagi Dosen itu, peringatan ini harus terisi dengan kegiatan bermakna. Artinya, kegiatan tersebut dapat menjadikan masyarakat dapat merefleksikan kembali bahasa Indonesia sebagai identitasnya.

淜emudian dengan cara apa kita memperingati? Dengan kegiatan-kegiatan. Dengan kegiatan itu berarti kita memiliki satu perhatian yang besar, ujarnya.

Sebagai contoh, ia kemudian menyebut sejumlah kegiatan seperti seminar, lomba, diskusi, dan usaha-usaha lain untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan. Kegiatan tersebut akan memberikan penghargaan kepada bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa dan cerminan budayanya.

淒engan kegiatan itu berarti kita memiliki satu perhatian. Bahasa itu 榢an cermin budaya, kalau kita tidak memperhatikan terus siapa lagi yang memperhatikan? lanjutnya.

Peringati Bulan Bahasa, Pakar UNAIR Tekankan Pentingnya Refleksi Identitas

Membumikan sebelum Menginternasionalkan

Saat ini, pemerintah tengah menggalakkan usahanya untuk mewujudkan cita-cita bahasa Indonesia agar dapat mengglobal. Ia tentu mendukung usaha itu dan menganggapnya sebagai angin segar bagi bangsa Indonesia.

Kendati demikian, ia juga sadar untuk mewujudkan cita-cita tersebut bukanlah hal yang mudah. Fakta yang sering kali terabaikan justru masalah penggunaan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Menurutnya, penting untuk menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu sebelum internasionalisasi benar-benar terwujud.

淭entu banyak faktor untuk menjadi bahasa Internasional. Selesaikan dulu permasalahan di dalam penggunaan, norma-normanya, baru kita berpikir untuk menginternasionalisasi, ungkapnya.

Maka dari itu, setiap masyarakat dengan pemerintah sebagai penopang perlu untuk membumikan. Setiap lapisan, imbuhnya, dapat memulainya dengan penggunaan kosa kata yang sudah ada daripada menggantikannya dengan istilah asing.

淭api baiknya sekarang semua istilah-istilah asing itu sudah di-Indonesiakan. Jadi mungkin bisa menggunakan istilah-istilah yang membumi. Misal powerpoint itu menggunakan istilah salindia, imbuhnya.

Ia juga sadar bahwa tidak sedikit masyarakat yang justru meremehkan pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian, ia kemudian berpesan kepada setiap masyarakat untuk lebih menghargai bahasanya sebagai wujud menghargai dirinya.

淛adi marilah kita tetap berbahasa Indonesia. Menghargai bahasa Indonesia berarti kita menghargai siapa diri kita sebenarnya, menghargai apa yang kita miliki, serta menghargai menghargai kekayaan kita sendiri, tutupnya.

Penulis: Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT