Kriptorkismus adalah suatu keadaan gagalnya salah satu atau kedua testis untuk turun ke dalam skrotum. Peningkatan suhu di atas tingkat normal, seperti pada keadaan kriptorkismus, mengakibatkan degenerasi sel germinal testis karena suhu yang lebih tinggi di rongga perut menyebabkan stress oksidatif pada tubulus seminiferus. Keadaan kongenital ini meningkatkan risiko terjadinya neoplasia, yang paling umum pada anjing dan kuda adalah tumor pada sel Sertoli dengan angka risiko sekitar 53%.
Peningkatan ROS akibat stress oksidatif pada beberapa jenis sel kanker telah dikaitkan dengan induksi transisi epitelial mesenkimal (EMT). Sebagaimana dibuktikan dengan penurunan molekul terkait adhesi sel seperti E-cadherin, dan peningkatan marker mesenkim seperti Vimentin. Transisi epitelial mesenkim (EMT) adalah salah satu mekanisme sel tumor menjadi lebih motil, invasif dan metastasis dengan membuat sel epitel menjadi kehilangan polaritasnya dan terjadinya adhesi sel.
Vimentin atau adalah protein yang membentuk filament intermediate dengan berat molekul 57kD. Ekspresi imun Vimentin digunakan untuk mengevaluasi imunofenotip yang mencerminkan transisi epitelial mesenkimal (EMT) pada neoplasma epitel. Peningkatan dari ekspresi Vimentin menjadi tanda pada sel dan jaringan tumor. Cengkih merupakan sumber penting senyawa fenolik seperti flavonoid, asam hidroksisinamat, asam hidroksibenzoat, dan hidroksifenil propena.
Tentang Eugenol
Eugenol adalah kandungan bioaktif utama cengkih. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dapat mendonor hidrogen yang kuat dan efektivitasnya sebagai scavenger hydrogen peroksida, superoksida dan radikal bebas lainnya. Eugenol juga mencapai efek antikanker dengan berbagai mekanisme seperti induksi apoptosis sel kanker, penghentian siklus sel, penghambatan proliferasi, dan menghambat proses transisi epitel ke mesenkim (EMT) yang dapat menurunkan kemampuan sel untuk bermigrasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga cengkih (Syzygium aromaticum) terhadap ekspresi Vimentin pada sel Sertoli testis tikus putih (Rattus norvegicus) model kriptorkismus. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur Sprague-dawley berumur 21 hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post test-only control group design dengan rancangan penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang dibagi menjadi enam perlakuan dengan rentang 18 hari dan 36 hari. Kelompok kontrol negatif merupakan tikus putih jantan yang dilakukan operasi sham dan diberi terapi aquades. Kelompok kontrol positif merupakan tikus putih jantan yang diinduksi kriptorkismus dan diberi terapi aquades, serta kelompok perlakuan merupakan tikus putih jantan yang diinduksi kriptorkismus dan diberi terapi ekstrak metanol bunga cengkih (Syzygium aromaticum) 70 mg/kg berat badan secara oral.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga cengkih (Syzygium aromaticum) dapat mengurangi ekspresi Vimentin pada sel Sertoli testis kriptorkismus tikus putih (Rattus norvegicus). Namun tidak ditemukan perubahan nyata antara kelompok perlakuan dan rentang hari perlakuan.
Penulis: Epy Muhammad Luqman
Publikasi di jurnal: Advancements in Life Sciences
Link artikel jurnal:





