51动漫

51动漫 Official Website

Cairan Infus dan Pembentukan Biofilm Mikroba di Rumah sakit

Infeksi nosokomial merupakan hasil interaksi antara patogen, pasien, praktik, dan tempat. Alat kesehatan dapat menjadi sumber penularan, saat ini angka infeksi dikaitkan dengan semakin tingginya penggunaan alat kesehatan dan pasien immunocompromised di rumah sakit. Bakteri patogen dapat menembus kulit melalui kontaminasi selama pemasangan kateter dan menyebabkan bakteriemia. Umumnya mikroorganisme penyebab infeksi nosokomial adalah produsen biofilm. Kehadiran biofilm berisiko menurunkan kerentanan terhadap antibiotik dan menyebabkan resistensi infeksi terhadap obat konvensional. Dampak jangka panjangnya seringkali berkaitan dengan lamanya rawat inap, beban ekonomi, peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien.

Kateter intravena adalah alat kesehatan yang digunakan untuk menyuntikkan cairan infus ke dalam tubuh. Prosedur ini dapat menyebabkan bakteri stafilokokus koagulase-negatif (CoNS) seperti Staphylococcus epidermidis menembus kulit dan membentuk biofilm pada kateter. Biofilm membawa permasalahan serius seperti resistensi antibiotik, efek jangka panjang berupa peningkatan lama rawat inap di rumah sakit, biaya, morbiditas, dan mortalitas.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan biofilm S. epidermidis pada beberapa jenis cairan infus berdasarkan waktu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode uji pelat mikrotiter dan pewarnaan kristal violet. Tiga lempeng mikro 96-sumur diinokulasi dengan S. epidermidis dalam ringer laktat, dekstrosa 10%, dekstrosa 5%, salin normal, dan gelafusal, di mana masing-masing lempeng diinkubasi pada 3 waktu berbeda masing-masing 24, 48, dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai densitas optik seluruh cairan infus yang mengandung bakteri pada waktu inkubasi 24 dan 48 jam tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kontrol negatif, sedangkan pada perlakuan 72 jam dekstrosa 10%, dekstrosa 5%, dan saline normal. menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa biofilm S. epidermidis tidak terbentuk dalam cairan intravena dalam waktu 24 dan 48 jam setelah inkubasi. Namun bakteri ini mulai membentuk biofilm dalam dekstrosa 10%, dekstrosa 5%, dan garam normal dalam waktu 72 jam waktu inkubasi. Kesimpulannya, lamanya waktu inkubasi dapat mempengaruhi pembentukan biofilm

Penulis Agung Dwi Wahyu Widodo

AKSES CEPAT