UNAIR NEWS – Resign memang bukanlah hal yang mudah untuk diputuskan. Untuk itu, (UNAIR) selenggarakan HR talk bersama Ewink SAY, selaku Founder dari ESAY Consulting dalam live broadcast Instagram @pasca_unair. Talkshow itu bertajuk Melangkah Maju : Mengerti Kapan Saatnya Mengambil Langkah Resign yang Terpercaya yang disiarkan pada Kamis (19/10/2023).
Resign nggak bisa dibilang positif atau negatif. Kalau keputusan resign-nya tepat sesuai kaidah yang nanti saya sharing, tentunya positif. Tetapi kalau karena ga mau naik kelas, itu negatif, ujarnya mengawali.
Tentukan Purpose in Life
Sebelum resign, Ewink menjelaskan bahwa kita harus memiliki tujuan yang jelas dalam hidup. Seperti contohnya kita ingin menjadi pengusaha, dengan bekerja di perusahaan tertentu dapat membantu kita dalam mencapai tujuan tersebut. Setelah dirasa ilmu yang diserap cukup, maka resign adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan hidup kita.
Misal teman perempuan punya keinginan untuk berperan sebagai ibu, jadi dipuas-puaskan berkarir sampai akhirnya mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga saya untuk menjadi seorang ibu 100 persen untuk anak. Thats a purpose, tambahnya.
Value yang Berbeda
Ewink berpendapat bahwa value atau nilai perusahaan bisa saja tidak sejalan dengan nilai kita sebagai pribadi. Bisa jadi nilai kepercayaan seperti produk yang dihasilkan kurang bermanfaat, atau perusahaan hanya memikirkan cuan. Selain itu, kita juga harus menimbang hal-hal yang baik dan buruk dalam suatu perusahaan. Jika dianggap lebih banyak buruknya, maka kita bisa memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.
Ketika lingkungan pekerjaan masih dalam kontrol diri kita, kita masih bisa meng-handle itu semua supaya saya bisa lebih tenang, oke dong. Tapi kalau ternyata enggak, lingkungannya sangat toxic, atasannya ga bagus, produknya ga bikin kita bahagia, ternyata ada kebohongan-kebohongan di organisasi dan kita ga bisa mengubah itu semua, ya ayolah! Keluar, ngapain harus stay, tambahnya.

Hal yang Tidak Boleh Menjadi Alasan Resign
Ewink juga turut menjelaskan seringkali orang-orang resign karena alasan tidak suka terhadap teman kerjanya. Padahal, hal tersebut dapat kita selesaikan permasalahannya. Kalaupun resign dan bekerja di perusahaan lain, ternyata kita bertemu dengan orang yang mirip dengan teman kerja lama. Lantas resign bukanlah solusi dari permasalahan tersebut.
Lo harus accept dengan konsekuensi yang ada atau cabut dari perusahaan itu dan suatu saat ketemu lagi dengan orang seperti itu. Maka ketika kita sudah menyelesaikan permasalahan itu, kita akan naik kelas, jelasnya.
Tema kita kan tentang melangkah maju, ketika kita sudah membuat keputusan untuk resign. kita harus siap untuk naik kelas dengan punya purpose untuk maju di perusahaan baru, dengan orang baru, untuk berkontribusi bermanfaat buat banyak orang, tungkasnya.(*)
Penulis: Muhammad Naqsya Riwansia
Editor: Feri Fenoria





