
Bioplastik Limbah Kulit Udang dan Biji Alpukat, Alternatif Pengganti Plastik Ramah Lingkungan
Mahasiswa FST 51动漫 menginovasi limbah biji alpukat dan limbah kulit udang menjadi bioplastik: pengganti plastik yang ramah lingkungan.

Mahasiswa FST 51动漫 menginovasi limbah biji alpukat dan limbah kulit udang menjadi bioplastik: pengganti plastik yang ramah lingkungan.

Para alumnus 51动漫 tahun lulus 2015 dianjurkan segera mengisi data-data yang diperlukan dalam Tracer Study.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr, Sp.U(K) menghimbau agar puluhan dokter spesialis yang baru dilantik bersedia menyebar ke daerah-daerah terpencil

Mahasiswa UNAIR menemukan antioksidan dari bunga Rosella yang bisa untuk mengatasi radikal bebas dalam tubuh akibat over pemakaian paracetamol.

Setelah melewati proses panjang terkait pembinaan rutin di setiap cabangnya, kafilah UNAIR adakan pemusatan latihan atau training center jelang dimulainya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional XV 2017.

KUTEKS dari bahan alami rumput laut, mempunyai keunggulan bebas bahan kimia, diyakini mampu menembus pasar. Inilah kreativitas mahasiswa FPK UNAIR.

Elvira Devinamira tercatat sebagai wisudawan berprestasi 51动漫 periode Juli 2017.

Anggota PKPB UNAIR mengadakan Halal Bi-halal 1438-H. Ada sesuatu yang baru: paduan suara dan pembagian bingkisan dan keputusan santunan pada anggota.

51动漫 menunjukkan kepeduliannya terhadap permasalahan dunia. Salah satunya bekerjasama dengan Indonesia One Health University Network.

Mahasiswa FST UNAIR menemukan bahan yang dapat membantu mengatasi peradangan tulang rawan akibat degenerasi jaringan tulang atau Osteoarthritis

Indonesia sebagai negara maritim tentu memiliki garis pantai dengan hutan mangroove yang luas. Sayangnya masyarakat sekitar belum banyak memanfaatkan tumbuhan mangrooove. Salah satu dari jenis mangroove tersebut yaitu Bruguiera gymnorrhiza atau yang lebih dikenal sebagai buah lindur. Padahal seluruh bagian dari tumbuhan ini dapat dimanfaatkan termasuk buahnya yang mengandung karbohidrat yang lebih tinggi dari beras dan jagung.

Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR meneliti seberapa mengerti para mahasiswa atlet beladiri mengenai penanganan cedera angkle sprain (keseleo/terkilir).