UNAIR NEWS 51动漫 terus menunjukkan kepeduliannya terhadap permasalahan-permasalahan dunia. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN).
Kerja sama tersebut diwujudkan dengan perjanjian kerja sama pembentukan One Health Collaboration Center (OHCC), Senin (17/7).
Pada acara yang digelar di Aua Amerta tersebut, Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., mengatakan bahwa pembentukan OHCC merupakan upaya dari kepedulian UNAIR pada kesehatan dunia.
淚ni merupakan mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga kesehatan dunia, terangnya.
Selain itu, Djoko juga mengatakan kolaborasi antara UNAIR dengan OHCC bisa mendorong peningkatan riset yang dibutuhkan masyarakat. Untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan dunia ataupun Indonesia, Djoko menekankan bahwa hadirnya OHCC menjadi sebuah hal yang strategis.
淏agaimana Indonesia bisa keluar dari berbagai masalah kesehatan seperti ini. Jadi dibutuhkan kolaborasi antara universitas yang bisa kita lakukan dengan OHCC, imbuh Djoko.
Menambahkan pernyataan Djoko, perwakilan dari INDOHUN Prof. Wiku Adisasmito, drh., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa INDOHUN sudah memiliki jejaring dengan sejumlah universitas. Jejaring kolaborasi ini didanai United States Agency for International Development (USAID).
淥rganisasi ini penting bagi Indonesia. Karena masalah kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri, tegas Wiku.
Mengenai OHCC, Wiku menambahkan bahwa hal tersebut telah menjadi pembahasan utama isu kesehatan dunia. Perguruan tinggi dapat memanfaatkan keberadaan OHCC untuk melakukan riset dan publikasi.
淒engan melakukan kegiatan seperti ini, peran perguruan tinggi kepada dunia akan lebih terasa, imbuhnya.
Selain dalam bentuk riset dan pengabdian pada masing-masing kampus, perguruan tinggi-perguruan tinggi dapat secara bersama-sama memberikan sumbangsih kepada masyarakat.
淚ni adalah misi besar dari perguruan tinggi untuk menyatukan kolaborasi. Karena peran universitas jika disatukan akan luar biasa. Itulah yang kami pikirkan dan mohon dukungannya, terang Wiku.
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Defrina Sukma S





