51动漫

51动漫 Official Website

Cegah Adhesi Pascaoperasi Intraperitonial dengan Membran Anti-Adhesi Apple Pectin-Kitosan

Sumber Ilustrasi Healthgrades

Operasi pada area perut (intraperitoneal) seperti kolesistektomi, gastrotomi, operasi usus buntu, kolektomi, dan bedah vascular abdomen sering menyebabkan pembentukan adhesi. Adhesi adalah pelekatan atau menempelnya dua organ yang berdekatan sehingga dapat menganggu fungsi dari setiap organ tersebut. Persentase terjadinya adhesi intraperitoneal adalah sekitar 67-93% pada bedah umum dan 97% pada bedah ginekologi. Kejadian adhesi ini selain menganggu kesehatan pasien, tetapi juga dapat meningkatkan biaya perawatan bagi pasien.

Dalam mencegah adhesi, dibutuhkan bahan anti-adhesi yang baik. Pesyaratan bahan anti-adhesi tersebut seperti sifat nontoksik, nonimunogenik, dapat menutupi dan melekat pada area luka dan bertahan hingga sekitar 5-7 hari. Selain itu, sifat lainnya adalah biodegradable, dan mudah diaplikasikan. Sampai saat ini sudah banyak berkembang bahan-bahan anti-adhesi. Akan tetapi, tidak hanya biaya bahan-bahan tersebut mahal, tetapi juga dalam beberapa kasus diduga menyebabkan peningkatan kebocoran anastomosis (penyambungan usus sehat setelah yang sakit dipotong) pada operasi penyambungan usus.

Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkan material anti-adhesi alternatif yaitu Apple Pectin-Kitosan berbentuk cyrogel sebagai pembatas fisik untuk intraperitoneal pascabedah. Cyrogel adalah suatu larutan polimer yang menjadi suatu material/membran yang bersifat elastis dan dapat menahan air, setelah melewati proses pembekuan dan pencairan. Proses pembentukan gel/membran ini dibantu oleh pertemuan pektin dan kitosan yang membentuk yang mendorong proses pembentuk gel. Kitosan sendiri memiliki berbagai karateristik yang menguntungkan seperti antibakteri pada bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes yang selama ini diketahui merupakan salah satu penyebab utama infeksi luka pasca operasi, memiliki aktivitas hemostatik, dan dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, Adita Wardani Rahmania, dan Drs., Siswanto M.Si., menvariasikan konsentrasi kitosan yaitu 0,6%, 0,7%, 0,8%, dan 0,9% dengan apple pectin untuk mencari konsentrasi kitosan yang paling optimal berdasarkan beberapa uji karakterisasi. Dari hasil uji FTIR menunjukkan bahwa proses pembentukan polielektrolit terjadi dengan baik. Selain itu, membran Apple Pectin/Kitosan dengan konsentrasi kitosan tertinggi (0.9%) dapat menahan tarikan hingga 1,241 MPa, dengan laju degradasi 87,9% pada hari ke-7 yang cocok untuk membantu mencegah adhesi pada intraperitoneal setelah operasi.

Berdasarkan hasil seluruh uji menunjukkan bahwa material Apple Pectin-Kitosan dapat menjadi potensial kandidat yang sesuai untuk membrane anti-adhesi pascaoperasi intraperitoneal.

Penulis: Prihartini Widiyanti

Link Jurnal:

AKSES CEPAT