BANYUWANGI Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) Desa Kesilir menggelar pelatihan ergonomi kerja bagi seluruh perangkat Desa Kesilir di Pendopo Desa Kesilir, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya posisi tubuh saat bekerja demi menjaga kesehatan jangka panjang dan meningkatkan produktivitas kantor.
Pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif seluruh aparatur desa, mulai dari kepala desa hingga kepala dusun. Fokus utamanya adalah meminimalisir risiko cedera otot dan tulang akibat posisi duduk yang salah dalam durasi lama. Hal ini dinilai krusial bagi perangkat desa muda untuk investasi kesehatan masa tua, sekaligus menjaga daya tahan tubuh perangkat desa senior agar tetap fit saat bertugas.
Rangkaian acara dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, disusul pemaparan materi interaktif oleh mahasiswa program studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNAIR. Tidak hanya teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan kursi dan meja kerja yang tersedia di kantor desa untuk mensimulasikan postur tubuh yang ergonomis.
Dwiandra Wirawan, mahasiswa pemateri dalam pelatihan ini, menekankan bahwa kenyamanan fisik berkorelasi langsung dengan performa kerja. 淧ostur tubuh yang baik selama bekerja dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, hingga berujung pada hasil kerja yang lebih maksimal, jelasnya.
Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata mahasiswa UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui edukasi ergonomi, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan inklusif bagi aparatur pemerintah desa.
Kepala Desa Kesilir, Mujiono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa BBK 7 Kesilir tersebut. Ia berharap pelatihan ini membuat stafnya lebih nyaman saat bekerja di dalam ruangan.
淏agus, Mas. Bapak-bapak yang sudah sepuh ini kadang suka keluar kantor karena alasan capek duduk terus di dalam. Kalau sudah tahu caranya (duduk yang benar), semoga jadi lebih fokus bekerja dan tidak banyak kelayapan, candanya yang disambut tawa peserta. Melalui pelatihan ini, kelompok mahasiswa BBK 7 Kesilir berharap kesadaran akan ergonomi tidak hanya berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi menjadi budaya kerja baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Kesilir secara berkelanjutan





