51动漫

51动漫 Official Website

Cegah Pernikahan Dini, Kesmas UNAIR Banyuwangi Sosialisasi Remaja Licin

FOTO bersama seusai mahasiswa Kesmas 51动漫 di Banyuwangi membreikan sosiaslisasi kepada remaja soal dampak negatif pernikahan dini. (Foto: Istimewa)
FOTO bersama seusai mahasiswa Kesmas 51动漫 di Banyuwangi membreikan sosiaslisasi kepada remaja soal dampak negatif pernikahan dini. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Dalam rangka menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat, Divisi Sport Art and Society (SAS) B-PHA UNAIR 2018 mengadakan program kerja tahunan Sosialisasi Serentak (Soser) pada Sabtu (15/9). Kegiatan itu merupakan yang kali kelima selama periode berdirinya Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (B-PHA) UNAIR di Banyuwangi. Tepatnya dari 2016 hingga 2018. Kegiatan tersebut menyasar pada upaya mencegah pernikahan dini.

淢enurut UU No 1 tentang Perkawinan tahun 1974, pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan ketika salah satu pasangan atau keduanya berusia di bawah usia minimal untuk menikah. Yakni, jika pada pria minimal 19 tahun dan pada wanita minimal 16 tahun, ujar Dian Santo Prayoga, S.KM., M.Kes, Pembina B-PHA UNAIR 2018.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Banyuwangi menyatakan bahwa prevalensi pernikahan dini di Banyuwangi mencapai 12 persen. Bahkan seringa terjadi di wilayah perdesaan.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua Pelaksana Kegiatan Soser 5 Fitria Puspita Sari mengungkapkan bahwa di Indonesia, pernikahan di bawah umur cukup marak terjadi. tidak hanya terjadi di desa, melainkan juga di kota.

Ada beberapa dampak negatif ketika menikah ketika belum cukup usia. Di antaranya, gangguan kesehatan, risiko persalinan upnormal, keguguran, kanker rahim, rentan perceraian, dan ekonomi rentan. Termasuk dapat mengakibatkan anak putus sekolah.

Kegiatan Soser itu mengusung tema 漇top pernikahan dini siapkan generasi berprestasi. Sasarannya ada dua, yaitu siswa-siswi SMP dan orang tua. Orang tua yang dimaksud adalah para ibu PKK yang masih memiliki anak berusia remaja. Kegiatan tersebut dilaksanakan di balai Desa Tamansari Banyuwangi, Kecamatan Licin, pada Jumat (21/9).

滽egiatan itu melibatkan 264 siswa di sekolah SMPN 1 Licin, SMPN 2 Licin, dan MTs Nahdlatul Tulab pada Sabtu (15/9). Kegiatannya terdiri atas pembukaan, pre-post test, kuisioner tambahan, pemberian materi, pemutaran video, game, rewarding, serta pemberian kenang-kenangan, tutur Fita.

Fita sangat bersyukur tahap pertama kegiatan sudah terlaksana. Dia berharap siswa-siswi yang menjadi sasaran sosialisasi itu dapat memahami bahaya pernikahan dini serta berkomitmen untuk tidak melakukannya.

滱lhamdulillah, selama acara tidak ada kendala yang serius, imbuhnya.

Volunteer-nya berjumlah 34 mahasiswa. Lalu, ada pemateri dari luar, yaitu dari DPKKB Banyuwangi dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Licin. (*)

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT