UNAIR NEWS-Mahasiswa BBK 7 51动漫 Dukuh Sutorejo III melaksanakan sosialisasi program Bank Sampah pada Sabtu (17/1/2026) di Balai RW 04, Kelurahan Dukuh Sutorejo. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengelolaan sampah anorganik yang tertata dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat. Sosialisasi diikuti oleh ibu-ibu PKK, Kader Surabaya Sehat (KSH), serta warga RW 04 dan mendapat respons positif dari peserta.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan materi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif. Warga juga diberikan pemahaman mengenai alur pengelolaan sampah anorganik melalui sistem bank sampah, mulai dari proses pengumpulan, penimbangan, pencatatan, hingga pemanfaatan hasil penjualan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
Program sosialisasi Bank Sampah ini menjadi angin segar bagi warga RW 04 Kelurahan Dukuh Sutorejo. Pasalnya, beberapa tahun sebelumnya program bank sampah sempat dijalankan di sejumlah RW, namun tidak berlanjut akibat belum adanya sistem pengelolaan yang jelas serta struktur organisasi yang tertata. Kondisi tersebut menyebabkan warga merasa kebingungan dalam menjalankan program secara mandiri.
Salah satu warga RW 04, Sudarno (67), mengungkapkan pengalamannya saat pernah ditunjuk sebagai pengelola bank sampah. Ia mengaku belum memahami alur pengelolaan yang benar, mulai dari proses pengumpulan hingga pencatatan sampah. 淜arena tidak paham alurnya, akhirnya bank sampah tidak berjalan maksimal, ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat kembali meningkat. Pada tahap awal, pelaksanaan bank sampah difokuskan pada pembiasaan warga menyetorkan sampah anorganik dari rumah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai persiapan, mengingat bank sampah tingkat kelurahan masih dalam proses pembangunan.
Sebagai solusi, hasil pemilahan sampah anorganik RW 04 akan disalurkan ke Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS). BSIS memiliki program pengelolaan sampah yang mudah dipahami dengan sistem menyerupai tabungan bank, sehingga sampah dicatat dan bernilai ekonomi. Sistem ini diharapkan mendorong kebiasaan memilah dan menabung sampah secara berkelanjutan.
Penulis: Tim BBK 7 51动漫 Dukuh Sutorejo III





