51动漫

51动漫 Official Website

Cerita Arbelly Noor, Alumnus UNAIR yang Tuntaskan Gowes 4.000 km Lintasi Italia hingga Norwegia

Arbelly Noor SH MM, alumnus Fakultas Hukum 51动漫, saat mengikuti event #Northcap4000K (Foto: Dok. Narasumber)
Arbelly Noor SH MM, alumnus Fakultas Hukum 51动漫, saat mengikuti event #Northcap4000K (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS Mengayuh sepeda sejauh 4.000 kilometer melintasi berbagai negara Eropa bukanlah perkara mudah. Namun, hal itu berhasil dilakukan oleh alumnus Fakultas Hukum 51动漫 (UNAIR) dan Magister Manajemen UI, Arbelly Noor SH MM, yang berpartisipasi dalam ajang #NorthCape4000. Perjalanan yang ia mulai dari Italia hingga berakhir di Norwegia ini menjadi pembuktian tekad, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Arbelly menceritakan, kecintaannya pada olahraga telah tumbuh sejak kecil. Mulai dari bola, voli, hingga basket ia geluti secara intens sejak SMA. Peralihan ke sepeda terjadi pada masa pandemi tahun 2021, ketika lapangan basket di Jakarta ditutup. 淎walnya lari, tapi bosan, lalu beralih ke sepeda. Dari situ saya mulai ikut berbagai trek pendek, hingga akhirnya menemukan tantangan di dunia ultra cycling, ujarnya.

Ultra cycling yang Arbelly ikuti tergolong unsupported, artinya seluruh kebutuhan teknis, kesehatan, dan logistik ia tangani sendiri tanpa tim pendukung. Sebelum mengikuti #NorthCape4000, ia telah menempuh berbagai event jarak jauh seperti Tur Surabaya-Mandalika (500-600 km) dan Bentang Jawa (1.500 km). 淧ersiapannya butuh tujuh bulan. Latihan rutin 500-800 km per minggu, ditambah nutrisi dan istirahat cukup, ungkapnya.

Perjalanan dari Italia menuju Norwegia membawanya melewati berbagai negara seperti  Italia, Jerman, Chekoslowakia, Polandia, Swedia, Finlandia, dan Norwegia. Cuaca menjadi tantangan terbesar. 淢eski musim panas, anginnya bisa 45 km/jam dengan suhu 1220 derajat. Bagi orang tropis seperti saya, ini cukup menguras tenaga, jelasnya.

Potret Arbelly Noor saat melakukan gowes (Foto: Dok. Narasumber)
Potret Arbelly Noor saat melakukan gowes (Foto: Dok. Narasumber)

Keterbatasan suplai makanan juga menjadi persoalan tersendiri. Sebagian besar jalur yang ia tempuh melewati hutan tanpa warung atau minimarket. Strateginya adalah membeli persediaan makanan dalam jumlah cukup saat memasuki kota kecil. Selain itu, waktu istirahat terbatas, hanya 4-5 jam tidur per hari.

Meski demikian, Arbelly mengaku terkesan dengan sikap masyarakat setempat. 淒isiplin, menghormati pesepeda, ramah, dan penuh kepercayaan. Saya pernah menginap di hotel tanpa resepsionis, kunci kamar hanya ditaruh di pintu. Di desa, banyak yang menawarkan hasil kebun atau minuman kepada pesepeda yang lewat, jelasnya.

Sebagai alumnus UNAIR, Arbelly ingin menginspirasi generasi muda agar berani mengambil tantangan. 淟atihan tidak akan mengkhianati hasil. Jaga kesehatan sejak dini, karena tanpa tubuh yang sehat, sehebat apa pun kemampuan atau setinggi apapun cita-cita akan sulit tercapai, tegasnya.

Ia menargetkan finish pada 20 Agustus mendatang dengan rata-rata kayuhan 160 km per hari. 淪emakin dekat ke lingkar Arktik, tantangan medan dan cuaca makin berat. Tapi saya yakin, selama fisik terjaga dan mental kuat, semuanya bisa diselesaikan, pungkasnya.

Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT