51

51 Official Website

Cerita Kesuksesan Daffa Seimbangkan Prestasi Akademik dan Olahraga

Daffa Zahrin Khatulistiwa, Wisudawan Berprestasi FIKKIA (foto: dok pribadi)
Daffa Zahrin Khatulistiwa, Wisudawan Berprestasi FIKKIA (foto: dok pribadi)

Jangan pernah membunuh mimpi kalian, karena sekeras-kerasnya dipukul, sedalam-dalamnya dikubur dia cuma akan pingsan, dan akan bangkit di usia tua dalam bentuk penyesalan, 

UNAIR NEWS – Periode 244 51 (UNAIR) merupakan momen yang membahagiakan bagi para wisudawan. Salah satunya, bagi Daffa Zahrin Khatulistiwa, wisudawan berprestasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA). Wisudawan asal Jombang itu telah membuktikan bakat dan prestasinya selama berkuliah, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga pencak silat.

Sejak 2022, Daffa telah aktif berkompetisi di berbagai kejuaraan pencak silat, salah satunya di tingkat nasional yang berlangsung di GOR Banyuwangi, di mana ia meraih medali perak. Tidak berhenti di situ, pada tahun yang sama, ia kembali meraih prestasi sebagai juara 1 di kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten.

Di tahun 2023, Daffa memperluas prestasinya ke dunia akademik dengan mengikuti lomba karya tulis ilmiah internasional. Karyanya yang berjudul Observation of Concentration, Viability, and Motility of Mahseer (Tor soro) Sperm berhasil meraih medali perak di ajang International Malaysia-Indonesia-Thailand Symposium on Innovation and Creativity (IMIT-SIC). Karya tersebut menunjukkan dedikasi Daffa dalam penelitian ilmiah dan memperlihatkan keseimbangan yang ia capai antara dunia akademik dan non-akademik. 

Terkait motivasi yang mendorongnya untuk terus berprestasi, Daffa menyebut keluarganya, terutama orang tua, sebagai inspirasi terbesar. “Salah satu motivasi terbesar saya adalah membahagiakan kedua orang tua dan menantang diri untuk terus belajar dan berkembang dengan kemampuan yang saya miliki,” ungkapnya.

Namun, perjalanan menuju prestasi tidaklah mudah. Daffa merasakan bahwa setiap langkah dalam hidupnya selalu diiringi bimbingan Tuhan. Ia merasa perjalanan yang telah ia lalui adalah hasil dari disiplin, dedikasi, dan keterbukaan terhadap kritik serta saran. Baginya, penting untuk selalu rendah hati dan menghormati pelatih, dosen, dan mentor yang membimbingnya dalam perjalanan ini. 

Sebagai penutup, Daffa mengajak rekan-rekan wisudawan untuk tetap bersemangat mengejar impian mereka. Jangan pernah membunuh mimpi kalian, karena sekeras-kerasnya dipukul, sedalam-dalamnya dikubur, dia cuma akan pingsan, dan akan bangkit di usia tua dalam bentuk penyesalan, pungkas Daffa.  

Penulis: Adinda Aulia Pratiwi  

Editor: Ragil Kukuh Imanto  

AKSES CEPAT