51动漫

51动漫 Official Website

Ciptakan SDM Berdaya Saing Global Mahasiswa MPD Lakukan Kunjungan ke Kampus Top Dunia

HIMA MPD Study Outbounding di Malaysia (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS51动漫 (UNAIR)menggelar kegiatan International Study Outbounding. Kegiatan ini terselenggara pada Sabtu (9/8/2025) sampai Senin (11/8/2025) dan diikuti 10 mahasiswa MPD. Rangkaian kegiatan akademik dan pertukaran budaya ini terlaksana di Universiti Malaya dan Universiti Putra Malaya yang bereputasi internasional tinggi dalam bidang pendidikan.

Dalam forum dan diskusi akademik, terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus utama dalam pengembangan pendidikan tinggi. Hal ini mencakup budaya pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global dan strategi pembelajaran yang menekankan kolaborasi serta integrasi teknologi.

淪alah satu aspek yang sangat menonjol adalah penerapan bahasa Inggris sebagai medium utama dalam seluruh kegiatan akademik. Ini mencerminkan semangat internasionalisasi kampus dan menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif serta siap bersaing di ranah global, jelas Faisol.

Mahasiswa MPD UNAIR berfoto bersama dalam kunjungan ke Universiti Malaya (Foto: Dok. Pribadi)
Mahasiswa MPD UNAIR berfoto bersama dalam kunjungan ke Universiti Malaya (Foto: Dok. Pribadi)

Di samping itu, strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci. Pendekatan kolaboratif diterapkan secara khusus dalam penyusunan rencana bisnis perusahaan, lingkungan, dan tata kelola perkantoran. 

Forum study outbound ini menekankan kolaborasi dalam penyusunan rencana bisnis dan tata kelola masih mengutamakan promosi secara tradisional, bukan hanya digital. 淧endekatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki pemahaman yang komprehensif. Tidak hanya tentang aspek digital, tetapi juga strategi tatap muka yang berorientasi pada masa depan, tambahnya.

Hasil dari study outbounding, menunjukkan pentingnya mengadaptasi kurikulum pendidikan tinggi agar relevan dengan kebutuhan global. 淭erdapat tiga rekomendasi untuk diimplementasikan untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa. Yaitu normalisasi penggunaan bahasa inggris, penerapan strategi belajar kolaboratif, dan orientasi pendidikan internasional, jelas Faisol.

Pertama, langkah strategis yang menjadi fokus adalah menormalisasi penggunaan bahasa inggris dalam berbagai aktivitas akademik. Normalisasi ini tidak hanya sebatas penambahan mata kuliah bahasa, melainkan menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran. Sehingga mahasiswa didorong untuk menggunakannya dalam diskusi, presentasi, dan penulisan tugas. 

淟angkah ini dirancang untuk membiasakan mahasiswa berkomunikasi secara profesional dalam Bahasa Inggris. Dengan terbiasa menggunakan bahasa ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dinamika global dan peluang kolaborasi internasional, ujar Faisol.

Selain itu, perlu diterapkan strategi pembelajaran kolaboratif. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk bekerja sama dalam tim, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam proyek-proyek nyata yang melibatkan mitra dari dunia industri. Dengan cara ini, mahasiswa dibiasakan untuk bekerja lintas disiplin ilmu, memecah sekat-sekat keilmuan, dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif serta praktis. 

淜olaborasi ini akan latih keterampilan lunak yang sangat dibutuhkan, seperti komunikasi, negosiasi, dan pemecahan masalah, jelas Faisol. Melalui proyek-proyek kolaboratif, mahasiswa belajar untuk mengutarakan ide, mendengarkan pandangan orang lain, dan menyatukan berbagai perspektif untuk mencapai tujuan.

Selanjutnya ada orientasi pendidikan berbasis internasional. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa menjadi aktor intelektual yang mampu memberikan kontribusi signifikan di kancah dunia. Kurikulum dirancang ulang agar mencakup berbagai inisiatif yang membuka wawasan global. Program ini meliputi pertukaran mahasiswa dengan universitas luar negeri, proyek riset kolaboratif, dan partisipasi aktif dalam forum-forum internasional.

Implementasi hasil studi ini akan membantu perguruan tinggi menciptakan ekosistem pendidikan. Dengan fokus pada tiga pilar tersebut, maka dapat menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian teknis yang mumpuni, juga memiliki pola pikir global dan kemampuan adaptasi yang tinggi. 

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT