Mahasiswa BBK-7 51动漫 melaksanakan rangkaian sosialisasi pencegahan bullying di sekolah-sekolah Desa Gunungrejo sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. Kegiatan ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan melalui penyampaian materi yang komprehensif dan mudah dipahami.
Bullying sebagai Tantangan Lingkungan Sekolah
Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dengan adanya ketimpangan kekuatan, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Praktik perundungan kerap dianggap sebagai hal sepele, padahal dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis, rasa percaya diri, serta motivasi belajar siswa.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa BBK-7 memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, contoh kasus yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila perilaku tersebut dibiarkan tanpa penanganan.
Rangkaian Sosialisasi di Sekolah Desa Gunungrejo
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara bergantian pada 1722 Januari 2026 di beberapa satuan pendidikan di Desa Gunungrejo, yaitu Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, SDN 1 Gunungrejo, SDN 2 Gunungrejo, dan MI Tarbiyatul Aulad. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta simulasi sederhana agar siswa lebih mudah memahami bentuk-bentuk bullying dan cara menyikapinya.
Selain itu, mahasiswa BBK-7 juga menekankan pentingnya peran siswa sebagai individu yang berani menolak dan melaporkan tindakan perundungan, baik yang dialami sendiri maupun yang disaksikan di lingkungan sekolah.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Bullying
Sosialisasi tidak hanya berfokus pada pengenalan masalah, tetapi juga pada strategi pencegahan dan penanganan bullying. Siswa diajak untuk membangun budaya saling menghargai, meningkatkan empati antar teman sebaya, serta memperkuat komunikasi antara siswa, guru, dan orang tua. Guru dan pihak sekolah didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan kebijakan sekolah yang mendukung lingkungan belajar yang aman.
淪osialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa bullying bukan perilaku yang wajar dan harus dicegah bersama, ujar Valerina Ninda.
Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, serta pihak sekolah sebagai mitra dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Penulis: Tim BBK-7 Gunungrejo, Kedungpring, Lamongan





