Open bite merupakan anomali dengan karakteristik yang mudah dikenali. Tidak adanya kontak vertikal antara gigi maksila dan mandibula menjadi ciri gigitan terbuka anterior. Tidak ada kontak antara tepi insisivus maksila dan mandibula pada open bite anterior, menunjukkan overbite negatif dengan oklusi gigi posterior. Prevalensi gigitan terbuka anterior bervariasi berdasarkan usia dan ras, mulai dari 3,5% hingga 11%. Open bite ditemukan pada sekitar 17% pasien ortodontik. Meskipun prevalensinya rendah, anterior open bite merupakan kasus maloklusi dengan perawatan yang cukup rumit. Secara umum, stabilitas merupakan kriteria penting dalam menentukan perawatan open bite karena jenis maloklusi ini memiliki kecenderungan untuk terulang kembali.
Pada beberapa kasus, open bite dapat dikoreksi tanpa adanya perawatan (75-80%), terutama pada kasus gigi transisi. Keberhasilan dan kestabilan perawatan tidak hanya bergantung pada keseimbangan gigi, tetapi juga pada tekanan antara lidah, pipi, dan bibir. Karena itu, terapi myofungsional disajikan kepada The American Society of Orthodontists pada tahun 1918 oleh Alfred Paul Rogers dari Kanada, seorang mahasiswa dari Angle, yang mencoba menerapkan efek rangsangan fungsional pada ortodontik, yang telah menjalani perawatan bedah dan ortopedi. Penggunaan latihan otot dalam ortodontik telah dianggap sebagai agen terapeutik untuk pencegahan dan koreksi maloklusi dan sebagai agen untuk mempertahankan oklusi melalui peningkatan fungsi.
Terapi myofunctional digunakan untuk mengembalikan fungsi dan melatih otot-otot di sekitar wajah dan rongga mulut dalam posisi istirahat, menelan, dan berbicara. Hasil perawatan open bite anterior akan lebih stabil jika otot pengunyahan dalam kondisi harmonis dan seimbang. Demikian pula, otot pengunyahan akan membaik jika anterior open bite dikoreksi. Kasus anterior open bite yang sudah diperbaiki, ditemukan bahwa aktivitas otot pengunyahan lebih tinggi dan lebih harmonis. Hal ini menjadi dasar bahwa rutin melakukan clenching exercise pada perawatan open bite anterior dapat meningkatkan kekuatan otot pengunyahan sehingga aktivitasnya menjadi lebih seimbang, dan koreksi open bite anterior lebih cepat tercapai.
Clenching exercise merupakan terapi myofungsional yang digunakan sebagai terapi tambahan pada pasien open bite anterior. Otot pengunyahan (musculus temporalis, masseter, medial, dan pterygoid lateral) digunakan dalam latihan clenching, yang dapat membantu mengoreksi open bite anterior dan menstabilkan hasil perawatan. Clenching exercise dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang penting pada kasus gigitan terbuka anterior karena dapat digunakan untuk mengontrol ekstrusi molar dan meningkatkan kekuatan otot pengunyahan, terutama untuk pasien dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Dengan clenching exercise, diharapkan open bite anterior akan lebih cepat terkoreksi dan kemungkinan kambuh akan berkurang. Latihan clenching dapat menjadi terapi tambahan pada pasien gigitan terbuka anterior untuk mempersingkat durasi perawatan dan menjaga stabilitas hasil perawatan.
Penulis : Anis Irmawati
Department of Oral Biology, Faculty of Dental Medicine, 51动漫, Surabaya, Indonesia
Artikel ini dapat diakses secara lengkap pada :
Global Journal of Health Sciences and Research. p-ISSN: 2836-709X; e-ISSN: 2836-5259.
Open access under the Scientific Scholar on behalf of Sri Manakula Vinayagar Educational Trust.
Available at https://gjhsr.org/
DOI:





